
Partisipasi Pria Terhadap KB Masih Rendah

Sentani (ANTARA News) - Partisipasi pria terhadap program Keluarga Berencana (KB) terkait dengan penggunaan alat kontrasepsi di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, hingga saat ini masih relatif rendah, kata Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Pemerintah Kabupaten Jayapura, Maria Bano.
"Berdasarkan data dua tahun belakangan ini, partisipasi pria dalam menggunakan alat kontrasepsi hanya 0,01 persen dari total pengguna 13.973 orang di Kabupaten Jayapura," katanya di Sentani, Sabtu.
Ia mengatakan, sebagian besar pria masih menggunakan kondom dan belum menggunakan kontrasepsi jenis modus operasi pria (MOP).
Pria yang menggunakan alat kontrasepsi MOP, katanya, tercatat 40 orang masing-masing berasal dari Distrik Sentani tiga orang, Nimbokrang 34 orang, dan Yapsi tiga orang.
Pihaknya akan terus mendorong pria untuk menjadi akseptor KB misalnya membentuk kelompok KB pria di masing-masing distrik.
"Masih tingginya anggapan bahwa program KB hanya dilakukan oleh kaum ibu saja, sehingga kami terus melakukan sosialisasi," katanya.
Ia mengatakan, pencapaian tingkat partisipasi KB pada 2009 di Kabupaten Jayapura sebesar 13.973 peserta aktif dan 3.626 peserta baru.
Ia mengaku, jumlah tersebut masih di bawah target yang ditentukan. Pada kesempatan itu ia tidak menyebut jumlah target partisipasi program KB secara rinci.
Ia menyatakan, tantangan sosialisasi program KB di antaranya masih kurang jumlah tenaga lapangan dan sulit kaderisasi penyuluh KB.
Jika tidak ada petugas lapangan, katanya, komunikasi dan pendampingan terhadap peserta KB praktis tidak berjalan.
"Sementara permasalahan seksual yang dihadapi merupakan kebutuhan biologis tidak mungkin ditunda atau dibatalkan begitu saja karena tidak adanya alat kontrasepsi," katanya.
Selain itu, katanya, pengetahuan tekhis petugas medis tentang program KB kurang luas sehingga masyarakat pada umumnya memiliki pengetahuan yang terbatas terkait dengan pilihan kontrasepsi.
"Sehingga hanya dua pilihan yaitu pil atau kondom," katanya. (T.KR-HLM/M029)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
