
Masyarakat Bonehau Dambakan Listrik dan Jalan

Mamuju (ANTARA News) - Masyarakat Kecamatan Bonehau Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat mendambakan sarana listrik dan jalan untuk mendukung aktivitas, dan ekonomi mereka agar lancar dan berkembang.
"Sudah sejak lama masyarakat di Kecamatan Bonehau tidak menikmati listrik PLN, sehingga masyarakat belum merasakan dampak dari pembangunan,"kata Camat Bonehau Kabupaten Mamuju, Sirajuddin, di Mamuju, Senin.
Ia mengatakan, masyarakat Kecamatan Bonehau masih menggunakan genset sebagai lampu penerang dan sebagian yang masih kurang mampu hanya menggunakan pelita (lampu minyak tanah).
"Meskipun harus dibiayai cukup besar mencapai Rp30 ribu permalam, karena genset butuh lima liter bensin untuk setiap rumah tangga, namun masyarakat masih menggunakan itu akibat tidak adanya sarana listrik dari PLN,"katanya.
Menurut dia, kondisi itu sangat ironis karena cukup mengganggu aktivitas masyarakat di Kecamatan Bonehau apalagi Kecamatan Bonehau akan dijadikan daerah yang akan menjadi PLTA terbesar di sulawesi dengan kekuatan 300 megawatt.
Oleh karena itu ia meminta agar pemkab Mamuju dan Provinsi Sulbar dapat membantu masyarakat di Kecamatan Bonehau dengan membangunkan sarana listrik dari PLN.
"Jangan sampai PLTA di Kecamatan Bonehau sudah dibangun investor China, sementara masyarakat Bonehau belum menikmati listrik, inilah yang harus diperhatikan pemerintah dengan tidak melupakan masyarakat Bonehau yang belum memiliki sarana listrik,"katanya.
Ia juga meminta kepada pemerintah di Sulbar dan Kabupaten Mamuju agar membangun sarana jalan menuju Kecamatan Bonehau karena jalan yang sudah ada saat ini tidak memadai dan banyak rusak, agar masyarakat dapat lebih lancar dalam mendistribusikan hasil buminya.
"Karena ironis jika investasi pembangunan PLTA sudah masuk di Kecamatan Bonehau dengan anggaran triliunan rupiah, sementara tidak berdampak lansung kepada masyarakat karena jalan belum diperbaiki ini juga harus diperhatikan pemerintah,"katanya.(T.KR-MFH/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
