
Penumpang "Speedboat" Yang Selamat Dievakuasi ke Tual
Rabu, 13 Juli 2011 13:01 WIB

"Jadi benar, mereka ditemukan dalam keadaan selamat, dan telah dievakuasi menggunakan KMP Karmomolin dari Kur ke Tual pada hari ini (Rabu) sekitar pukul 07.00 WIT," kata Kasat Serse Polres Maluku Tenggara, AKP Jopie Picauly, yang diwawancarai ANTARA melalui telepon genggamnya di Tual, Rabu.
Ia mengatakan keenam penumpang tersebut masing-masing Frans Balubun (30), Jefri Balubun (20), Moksen Rahareng (56), Hofna Rahayaan (18), Susana Helokil (18) dan Abidin Elwuar (18), bersama speedboat yang mereka tumpangi ditemukan Selasa (12/7) sekitar pukul 18.00 WIT terdampar di Pulau Kur, berbatasan dengan Pulau Kesui, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Pulau Kur, berjarak ratusan mil dari kota Tual Maluku Tenggara.
"Begitu tiba di Tual langsung kami bawah ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis dalam rangka memulihkan kondisi kesehatan mereka," katanya.
Ia mengakui saat dikabarkan hilang pada Jumat lalu, kondisi cuaca di perairan Kei sangat buruk. Tinggi gelombang laut di perkirakan empat hingga lima meter membuat proses pencarian tidak optimal.
Picauly juga mengimbau masyarakat setempat tidak melakukan pelayaran jika kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk menghindari kejadian yang sama terulang.
"Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak Syahbandar agar tidak mengijinkan pelayaran apabila cuaca tidak memungkinkan," tandas Picauly.
Ia menambahkan sejak mendapat laporan dari keluarga korban, pihaknya langsung membentuk tim pencarian terdiri dari SAR Tual, Polres Maluku Tenggara, Lanal Tual, KP3, Syahbandar Tual dan dibantu masyarakat setempat.
Fokus pencarian diarahkan ke perairan seputar Pulau Kei Besar dan Kei Kecil sesuai komunikasi yang disampaikan salah satu dari enam penumpang speedboat tersebut.
"Waktu itu kami sedikit terkendala akibat cuaca buruk disertai tingginya gelombang laut. Tapi sekarang kami bersyukur karena enam orang tersebut telah ditemukan selamat," demikian Picauly. (T.pso-184/D009)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
