Logo Header Antaranews Makassar

Diskoperindag Sulbar : Kenaikan Harga Sembako Masih Wajar

Jumat, 22 Juli 2011 20:48 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Sulawesi Barat menilai kenaikan harga sembilan bahan pokok menjelang Ramadhan masih wajar.

Kepala Diskoperindag Sulbar H Samiran SE di Mamuju, Jumat, mengatakan kenaikan harga sembako yang dijual pedagang masih normal karena berkisar lima hingga sembilan persen.

"Kenaikan sembako di kisaran lima hingga sembilan persen itu masih sangat wajar sehingga belum efektif untuk melakukan operasi pasar (OP," katanya.

Kecuali, kata dia, jika kenaikan harga sudah di atas 10 persen, pemerintah akan turun menstabilkan harga sembako tersebut.

Menurutnya, bisa dipastikan setiap menjelang bulan Ramadhan hingga Idul Fitri, semua harga kebutuhan pokok bergerak naik karena permintaan masyarakat juga meningkat dan tidak sebanding dengan persiapan pasokan.

"Jika permintaan tinggi tidak dibarengi dengan jumlah pasokan memadai, harga pasti naik dan itu sudah lazim. Namun intinya sepanjang kenaikan harga masih dalam batas wajar, OP belum perlu dilakukan," katanya.

Ia mengatakan, Diskoperindag setiap pekan rutin memantau pergerakan harga sembako yang dijual pedagang di pasar tradisional di Mamuju termasuk kabupaten lainnya.

"Pemerintah wajib memonitor gejolak harga di pasar. Kita tidak menghendaki ada kenaikan harga tidak wajar akibat ulah para spekulan, karena itu harus diawasi agar masyarakat tidak terbebani akibat kenaikan harga tidak wajar," ujarnya.

Biasanya, kata dia, kenaikan harga sembako akan terjadi pada awal Ramadhan hingga sepekan sebelum hari raya Idul Fitri.

"Kalau saat itu terjadi kenaikan harga melebihi ambang batas kewajaran, Diskoperindag akan langsung melaksanakan OP di semua kabupaten di Sulbar.

Samiran menambahkan, hasil monitoring yang dilakukan awal pekan ini tercatat beberapa kebutuhan pokok mulai naik seperti beras, minyak curah, cabai, tomat, bawang merah dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya.

"Namun kenaikannya relatif wajar sehingga belum diperlukan OP," katanya. (T.KR-ACO/E005)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026