
Panwas Minta Baperjakat Copot Kadistamben Majene

Polman, Sulbar (ANTARA News) - Panitia Pengawas Pilkada Sulawesi Barat, meminta Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kabupaten Majene, Sulbar, mencopot Kepala Dinas Pertambangan (Kadistamben) Majene dari jabatannya.
"Kadistamben Majene, Syamsuddin dianggap melanggar aturan, sebagai PNS yang memiliki jabatan strategis tidak seharusnya terang-terangan mendukung salah satu calon Gubernur Sulbar. Apalagi dia membawa legitimasi jabatannya dalam kampanye salah satu kandidat calon Gubernur Sulbar," ujar Koordinator Bagian Pengawasan Panwas Sulbar, Busran di Polman, Minggu.
Ia mengatakan, pelanggaran yang dilakukan Syamsuddin sangat berat, dengan sengaja ia tampil di hadapan umum dan menggunakan jabatannya untuk meminta dukungan warga terhadap salah satu calon Gubernur Sulbar yang terjadi pekan lalu.
Syamsuddin dianggap telah menyalahgunakan jabatannya tersebut dan harus mendapatkan sanksi yang setimpal, melalui rekomendasi Panwas Sulbar kepada Sekretaris Kabupaten Majene dan dilanjutkan kepada Baperjakat Majene untuk segera mencopot jabatannya.
"Terkait persoalan ini, kami tidak memiliki hak untuk melakukan eksekusi terhadap beberapa pelanggaran yang terjadi dalam tahapan pilkada, namun kami berhak untuk mengajukan rekomendasi kepada pihak yang dianggap berwenang untuk memberikan sanksi," jelas Busran.
Untuk itu, ia berharap Baperjakat Polman untuk segera mencopot jabatan Syamsuddin yang telah menunjukkan citra buruk terhadap bawahan maupun sejumlah PNS yang seharusnya tidak dibenarkan terlibat secara kelembagaan.
Hal tersebut dibenarkan Ketua Panwas, Lukman. Ia mengaratakan tindakan yang dilakukan Syamsuddin harus mendapat penanganan khusus agar peristiwa serupa tidak terulang untuk kedua kalinya.
Ketua panwas mengaku, bukan hanya Pemkab Mejene yang harus memberikan sanksi kepada Syamsuddin, namun Pemprov Sulbar juga diminta segera mengambil tindakan.
Sebelumnya, Syamsuddin menjadi badut menyerupai tabung elpiji tiga kilogram di tengah acara deklarasi dan masuk ke tengah kerumunan simpatisan dan pendukung salah satu calon Gubernur Sulbar dengan membungkus kepala hingga separuh badannya dengan replika LPG 3 Kg.
Dalam aksinya tersebut, ia menggambarkan kepada simpatisan dan pendukung calon Gubernur Sulbar yang dianggap telah berhasil menjalankan program konversi minyak tanah ke gas elpiji. (T.PSO-284/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
