Logo Header Antaranews Makassar

Kemenpera : Makassar Sulit Dapat Bantuan Stimulus PSU

Jumat, 29 Juli 2011 21:06 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - Deputi Bidang Pengembangan Kawasan, Kementerian Perumahan Rakyat mengatakan, Kota Makassar akan sulit mendapatkan Dana Stimulus Prasarana, Sarana dan Utilitas atau PSU dari kementerian itu sebab belum memiliki Rencana Tata Ruang Wilayah serta Pembangunan

"Makassar akan sulit mendapatkan dana stimulus, sebab daerah yang mendapatkan bantuan stimulus harus memiliki RTRW yang baik serta pengembangan kawasan matang." kata Deputi Bidang Pengembangan Kawasan, Kementerian Perumahan Rakyat Tris Haryatmo, di Makassar, Jumat.

Ia menilai, Makassar dan daerah lain di Sulawesi Selatan, belum memiliki RTRW yang baik dalam upaya pembangunan kawasan perumahan di masa mendatang, sehingga membuat dana stimulus PSU tidak banyak dikucurkan.

Lanjutnya, hampir seluruh daerah seperti tingkat provinsi hingga kabupaten/kota di Indonesia belum memiliki koordinasi yang matang tentang pengembang perumahan termasuk pengusaha pembangunan perumahan tiap tahunnya.

Padahal, bila data ada, menurut dia, Pemerintah Daerah dapat mengajukan permintaan dana stimulus ke Kemenpera.

"Sebenarnya dana stimulus PSU bisa dikucurkan untuk pengembangan kawasan perumahan yang kompleks. Tetapi, perlu data dan koordinasi yang baik antara pengusaha serta pemerintah. Diperlukan ada kesinambungan pembangunan kawasan minimal tiga tahun ke depan," paparnya.

Anggota DPRD Makassar, Mudzakkir Ali Djamil, membidangi Komisi C Bidang Pembangunan, mengatakan implemetasi zona kawasan pembangunan tidak dijalankan Pemkot Makassar dengan benar, sehinggga mempengaruhi pembangunan kota yang terkesan semraut dan tidak tertata dengan baik.

"Lambatnya penyelesaian Peraturan Daerah RTRW pun menjadi masalah utama. RTRW dimaksudkan untuk pembagian antarkawasan perkotaan. Tetapi yang diperlukan adalah komitmen pemerintah kota," tandasnya.

Anggota lainnya, Adi Rasyid Ali mengharapkan pihak Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar duduk bersama untuk membicarakan penyelesaian pembahasan RTRW yang terbengkalai hingga setahun terakhir.

"Kepentingan dan ego politik mestinya di hilangkan dulu, mari kita bahas bersama persoalan ini, demi masa depan Makassar untuk menjadi kota dunia," ucap politisi Demokrat itu. (T.PSO-282/B013)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026