
Sulbar Programkan Pengurangan Emisi Karbon
Senin, 1 Agustus 2011 16:40 WIB

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Barat, Prof Dr H. Akbar Tahir, M.Sc, di Mamuju, Senin, penyusunan program pengurangan emisi karbon itu, karena Sulbar sudah ditetapkan pemerintah pusat sebagai daerah yang akan berperan mendukung pengurangan emisi karbon dunia.
Menurut dia, Indonesia telah bersepakat dan komitmen dengan negara di dunia bahwa Indonesia akan melakukan pengurangan emisi karbon hingga 26 persen dari total emisi karbon dunia, dengan melakukan pengurangan pendapatan sekitar 13,3 persen dari sektor kehutanan.
"Pemerintah Pusat melalui badan perencanaan pembangunan nasional (Bappenas) telah menetapkan Sulbar sebagai daerah yang akan berperan mengurangi emisi karbon dunia karena Sulbar memiliki kekayaan alam hutan yang cukup luas," katanya.
Sulbar memiliki hutan yang cukup luas, mencapai 1.684.805 hektare sesuai data pemerintah tahun 2010, hutan itu tersebar di lima kabupaten.
Oleh karena itu, dia mengatakan, pemerintah di Sulbar akan melaksanakan sejumlah program prolingkungan seperti mengurangi perambahan dan pembalakan hutan secara ilegal, serta melakukan penghijauan atau rebosiasi hutan beserta mengurangi kegiatan yang dapat memicu peningkatan emisi karbon dan pemanasan global.
Ia berharap dengan program pengurangan emisi karbon yang dijalankan pemerintah dapat membuat Sulbar turut berperan mengurangi dampak pemanasan global dan menjadi penyelamat dunia.
"Sulbar harus turut berperan dalam penyelamatan dunia karena Sulbar bagian dari dunia ini, kalau dunia ini dipertahankan kelestariannya berarti mempertahankan tempat bagi generasi kita dimasa mendatang," katanya.(T.KR-MFH/Y008)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
