
BP3 Makassar Mulai Eskavasi Benteng Rotterdam
Sabtu, 6 Agustus 2011 18:14 WIB

Ketua BP3 Makassar Muhammad Said di Makassar, Sabtu, mengatakan kegiatan eskavasi akan dilakukan bersama dengan mahasiswa arkeologi Universitas Hasanuddin dan mahasiswa sejarah Universitas Negeri Makassar.
Benteng Rotterdam, lanjutnya, merupakan cagar budaya dan situs yang dilindungi undang-undang. Sehingga, perlu dilakukan pemeriksaan lahan terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan fisik lainnya.
"Eskavasi akan dilakukan selama dua minggu di sini," katanya pada pelaksanaan revitalisasi lanjutan Benteng Rotterdam yaitu tahap awal pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di sisi kiri benteng seluas 5.000 meter bujur sangkar.
Ketua Panitia Pelaksana Revitalisasi Benteng Rotterdam Syarif Burhanuddin menjelaskan, semua yang ada di bahu Jalan Slamet Riyadi atau sebelah kiri benteng akan dikosongkan sehingga menjadi satu kesatuan dengan taman. Pembatas taman dengan benteng adalah sebuah kanal selebar 20 meter yang dilengkapi sebuah jembatan kayu sebagai sarana penyeberangan.
Total luas rencana pembangunan RTH di bagian kiri benteng ini 7000 meter bujur sangkar serta pembangunan kanal menggunakan anggaran Rp10 miliar dan ditargetkan tuntas pada 2012. "Untuk tamannya ditargetkan rampung pada Desember 2011," tambahnya.
Perencanaan awal Revitalisasi Benteng Rotterdam untuk dikembalikan ke wujud aslinya dilakukan mulai 2009 dengan menggunakan APBD 2009 sebesar Rp150 juta ditambah Rp12 miliar untuk pembongkaran kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulsel. Serta anggaran APBN 2010 untuk membuat Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL).
Kemudian dilanjutkan dengan merevitalisasi bangunan di bagian dalam benteng tahap pertama menggunakan anggaran Rp10 miliar serta tahap kedua pada 2011 dengan anggaran Rp27 miliar dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
Pembangunan RTH di sebelah kiri benteng menggunakan anggaran Rp4 miliar dari APBN 2011 ditambah anggaran perbaikan museum dari BP3 sebesar Rp3,5 miliar.
"Total anggaran revitalisasi pada 2009-2011 sebesar Rp59 miliar dari Kementerian PU, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, APBD, APBN dan BP3," katanya.
Pada 2012, revitalisasi akan dilanjutkan dengan pembuatan taman di sebelah kanan benteng dengan merelokasi kantor Radio Republik Indonesia (RRI) di Jalan Riburane dengan usulan anggaran senilai Rp40 miliar pada APBN 2012 dan relokasi gedung Legiun Veteran Republik Indonesia dengan usulan anggaran Rp17 miliar.
"Untuk relokasi gedung veteran kalau tidak ada dari APBN akan diusulkan masuk APBD," ujarnya sambil menambahkan, setelah kedua gedung tersebut direlokasi, tiga perempat benteng telah dapat dilihat semua sisi.
Sementara itu, untuk anggaran pembangunan jalan lingkar di bagian belakang benteng akan dianggarkan pada APBD Pemerintah Kota Makasar 2012. (T.KR-RY/M027)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
