
PT Pelindo Jajaki Kerja Sama Pemprov Sulbar

Mamuju (ANTARA News) - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam rangka mengelola pelabuhan Belang-Belang Mamuju yang merupakan pelabuhan terbesar di Provinsi Sulbar.
Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, di Mamuju, Sabtu, mengatakan, manajemen PT Pelindo telah menyambangi Provinsi Sulbar untuk menunjukkan keseriusannya dalam rangka mengelola bisnis pelabuhan yang diantaranya bongkar muat barang di pelabuhan Belang-Belang Mamuju.
Ia mengatakan, acara potong kue di rumah jabatan Gubernur Sulbar yang resmi digunakan hari ini, digelar bersama dengan manajemen PT Pelindo merupakan acara yang dirangkaikan akan resminya PT Pelindo beroperasi di Pelabuhan Belang Belang Mamuju.
Anwar Adnan Saleh selaku pimpinan di tingkat Provinsi menyambut baik rencana PT Pelindo yang merupakan badan usaha pelabuhan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia untuk berinvestasi mengelola Belang-Belang Mamuju .
"Sepanjang antara PT Pelindo dan Pemerintah di Sulbar saling menguntungkan dalam kerja sama yang dibangun, kenapa tidak, ini juga untuk memajukan transaksi bongkar muat di pelabuhan Belang-Belang Mamuju,"kata Gubernur Anwar Adnan Saleh.
Menurut Gubernur Anwar Adnan Saleh, pelabuhan Belang Belang Mamuju dibangun atas bantuan APBN sejak tahun 2008 berkat kerja sama antara Pemerintah dan DPRD Sulbar dengan meminta anggaran bantuan pemerintah pusat.
Ia mengatakan pelabuhan Belang Belang Mamuju telah menjadi pelabuhan bongkar muat dengan panjang dermaga yang dimiliki mencapai sekitar 160 meter, dari sebelumnya hanya sekitar 60 meter, setelah menerima anggaran APBN sekitar Rp 96 miliar, sehingga pelabuhan itu lebih layak dari sebelumnya karena kapasitasnya telah mencapai 10.000 ton.
Gubernur Anwar Adnan Saleh mengatakan, pelabuhan Belang Belang Mamuju perlu dibangun dengan menarik investasi seperti PT Pelindo agar pelabuhan yang akan diwujudkan menjadi pelabuhan internasional tersebut dapat semakin memberikan kontribusi bagi pendapatan ekonomi daerah. (T.KR-MFH/I006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
