
Stok Daging Sapi di Polman Habis

Polman, Sulbar (ANTARA News) - Stok daging sapi di pasar sentral Pekkabata Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Jumat, habis sehingga membuat sejumlah pembeli kecewa karena harus pulang dengan tangan kosong.
"Terpaksa saya harus membeli daging ayam sebagai pengganti daging sapi yang sebelumnya telah direncanakan untuk dibeli. Mau begaimana lagi, jika memang tidak ada stok daging terpaksa saya mencari penggantinya saja," ungkap Marlina, salah seorang pembeli yang mengaku kecewa karena stok daging sapi habis.
Sejak pukul 09.00 WITA, stok daging di pasar sentral Pekkabata sudah habis diserbu para pembeli, hal tersebut yang mengakibatkan stok daging habis hanya dalam waktu beberapa jam sejak pasar mulai dipadati pembeli sekitar pukul 07.00 WITA.
Marlina berharap, hal ini mampu ditanggulangi oleh para pedagang agar tidak membuat pembeli kecewa. Selain itu, tidak selamanya warga harus mengonsumsi daging ayam atau ikan, akan tetapi biasanya diselingi dengan daging sapi.
"Rencananya saya ingin membeli daging untuk kebutuhan rumah tangga, namun sialnya saya datang terlambat dan akhirnya tidak mendapat bagian sebab telah diserbu oleh para pembeli sejak tadi pagi," ututrnya.
Sementara itu, pedagang daging di pasar tersebut, Kirnadi, mengaku habisnya stok daging bukan kerena kekurangan pasokan melainkan meningkatnya jumlah pembeli dalam beberapa hari terakhir sehingga stok rata-rata yang biasa dipasok dianggap kurang dari kebutuhan pembeli.
"Mau apa lagi, stok yang kami miliki juga sudah habis kerena memang jumlah rata-rata pembeli beberapa hari terakhir mengalami peningkatan yang cukup drastis," ucapnya.
Ia mengaku, habisnya stok daging di Pasar Pekkabata dalam waktu beberapa jam baru terjadi kali ini, beberapa hari sebelumnya, meskipun terjadi lonjakan pembeli namun tidak membuat stok daging habis seketika.
Dikatakan, agar tidak kehabisan stok lagi, sebaiknya pembeli datang lebih awal, para pedagang kawatir jika menambah jumlah stok akan mengalami kerugian yang cukup besar, karena tidak setiap hari pembeli bisa membeludak seperti yang terjadi kali ini.
"Bisa saja kami menambah stok daging yang kami jual, namun kami kawatir jika tidak habis dalam waktu satu hari kami akan mengalami kerugian yang cukup besar," ujarnya. (T.PSO-284/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
