
Harga Ayam Kampung Melonjak di Makassar

Makassar (ANTARA News) - Harga ayam kampung di sejumlah pasar tradisional di Makassar melonjak dari harga stabil Rp80 ribu per ekor menjadi Rp120 ribu per ekor untuk ukuran sedang.
"Ayam kampung ukuran besar sudah mencapai Rp150 ribu per ekor dari harga normal Rp100 ribu per ekor," kata salah seorang pedagang ayam, Syamsuddin, di Pasar Terong, Makassar, Senin.
Dia mengatakan kenaikan harga ayam kampung tersebut terjadi karena harga yang diperoleh dari peternak juga naik saat mendekati hari raya Idul Fitri 1432 Hijriah.
Menurut dia, rata-rata harga ayam kampung yang diperoleh dari peternak di Kabupaten Maros, Pangkep dan Gowa, Sulsel, mengalami kenaikan sebesar Rp10 ribu - Rp20 ribu per ekor.
Hal senada dikemukakan pedagang ayam di Pasar Pannampu, Makassar, Darwis.
Dia mengatakan meskipun persediaan ayam kampung cukup banyak, namun tingkat kebutuhan juga tinggi sehingga harga ayam di pasaran masih dipatok di atas harga normal.
Selain harga ayam kampung yang mengalami kenaikan, lanjut dia, harga ayam ras juga naik rata-rata Rp10 ribu per ekor dari harga normal Rp35 ribu per ekor untuk ukuran sedang.
Sementara itu harga ayam potong, yang biasanya ditebus seharga Rp23 ribu per ekor, naik menjadi Rp25 ribu - Rp28 ribu per ekor.
Adapun jumlah persediaan ayam potong menjelang Lebaran berdasarkan data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel tercatat sebanyak 200 ribu ekor per hari atau di atas kondisi normal yakni 80 ribu ekor per hari.
Sedang Rumah Potong Hewan (RPH) Tamangapa, Antang, Makassar, berencana memotong 100 sapi per hari pada hari H lebaran atau naik dua kali lipat dari kondisi stabil. (T.S036/C003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
