
Tim AAS Akui Polman Wilayah Terberat

Mamuju (ANTARA News) - Tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, Anwar Adnan Saleh - Aladin S Mengga (AAS) mengakui dari lima kabupaten yang ada di Sulbar, hanya Kabupaten Polman merupakan wilayah terberat.
"Kami tidak dapat pungkiri bahwa daerah Polman merupakan wilayah yang paling berat di luar empat kabupaten yakni Kabupaten Majene, Mamasa, Mamuju dan Mamuju Utara," kata Ketua Tim Pemenangan AAS, H. Hamzah Hapati Hasan di Mamuju, Minggu.
Menurutnya, daerah Polman masih menjadi milik pasangan nomor urut tiga Ali Baal Masdar - Tashan Burhanuddin karena memang daerah itu menjadi basis massa keras Ali Baal Masdar yang saat ini masih menjabat sebagai bupati di daerah itu.
"Walau pun daerah Polman terberat dari empat kabupaten, namun kami yakin bisa mengambil suara minimal 40 persen," kata dia.
Ia menyampaikan, guna memenuhi target perolehan suara di Polman, maka saat ini tim telah bekerja untuk menyiapkan saksi berlapis.
"Saksi yang kami bentuk masing masing dua orang satu Tempat Pemungutan Suara (TPS). Namun untuk daerah Polman, maka jumlah saksi lebih dari itu," ungkapnya.
Hamzah menyampaikan, saksi berlapis ditingkatkan di Polman guna memenuhi target perolehan suara di Polman minimal bisa menghampiri angka 50 persen.
"Memang cukup berat untuk mendapatkan perolehan suara minimal 50 persen. Namun begitu, rasa optimistis itu tetap ada karena kami telah menempatkan saksi berlapis di daerah Polman," jelasnya.
Dia menyampaikan, pada pilgub tahun ini AAS mendapatkan dukungan partai paling besar diatara kandidat lain yakni Partai Golkar, PDI Perjuangan, Demokrat, PPP, PKS, HANURA, PKPB, PDS dan partai non parlemen.
Dukungan jumlah parpol besar ditambah dengan jumlah tim relawan maka jelas perolehan suara untuk wilayah Polman dan Sulbar pada umumnya akan bisa mengimbangi perolehan suara dari dua kandidat lainnya.
Penjaringan saksi ditingkatkan di Polman, mulai saksi utama, saksi berlapis dan saksi pengamanan TPS hingga saksi yang akan memantau pengiriman kotak dan rekap suara dari KPPS ke PPS, PPK serta ke KPUD.
Hamzah menuturkan, saksi ini telah dibekali tentang strategi menggalang dukungan di sekitar lokasi tempat mereka bertugas dan beberapa materi tambahan seperti cara melakukan advokasi jika terjadi kecurangan atau manipulasi dan intimidasi yang merugikan Pasangan Kandidat AAS.
"Kita harap tidak ada kecurangan yang terjadi di Polman. Kami ajak seluruh tim untuk bekerja sesuai dengan aturan tanpa harus menodai pesta demokrasi yang dilaksanakan di daerah ini," ujarnya. (T.KR-ACO/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
