
Semen di Morowali Langka

Palu (ANTARA News) - Bahan bangunan khususnya semen di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah dalam dua pekan terakhir ini cukup langka didapatkan di toko-toko pengecer.
"Kalaupun ada, selain terbatas, juga harga dipastikan sangat mahal," kata Ucok, salah seorang warga Desa Lembar Satu, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali, Sabtu.
Ia mengatakan, dalam beberapa hari ini warga kesulitan memperoleh semen di toko-toko pengecer.
Rata-rata pedagang pengecer tidak lagi memiliki stok. Sementara pengecer lain yang masih punya stok, tetapi sangat terbatas, menjual semen hingga mencapai Rp100 ribu per zak.
Meski harganya mahal, masyarakat tetap membelinya karena sangat membutuhkan bahan bangunan tersebut.
Menurut para pengecer, bahan bangunan di Beteleme, Ibu kota Kecamatan Lembo, dan Kolonodale, mantan Ibu kota Kabupaten Morowali, sudah beberapa pekan ini pasokan semen tidak masuk.
Beberapa pedagang terpaksa pergi ke Makassar (Sulsel) membeli semen di sana. Selanjutnya mereka mengangkut semen dari Makassar ke Beteleme, dan Kolonodale dengan menggunakan mobil.
Otomatis, biaya angkutan jauh lebih tinggi ketimbang menggunakan kapal laut. "Ya pedagang tentunya menetapkan harga penjualan ke konsumen dengan memperhitungkan biaya angkutan," kata Ucok.
Makanya, harga semen di pasaran di daerah itu saat ini mencapai hingga Rp100 ribu per zak. dalam keadaan normal, harga semen di daerah itu berkisar Rp60 ribu sampai Rp70 ribu per zak. (T.BK03/I006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
