
Wajo Andalkan Sutera Jamu Wisman

Bupati Wajo Burhanuddin Unru di Sengkang, Senin, mengatakan, Kabupaten Wajo salah satu dari lima daerah yang menjadi lokasi tujuan wisata pada tahun kunjungan 2012, bersama Kota Makassar, Tana Toraja, Maros dan Bulukumba.
Tenun kain sutera Sengkang Majo dengan corak khas telah dikenal sejak puluhan tahun silam dan kini menjadi salah satu komoditas unggulan Sulsel.
"Kita punya banyak objek wisata yang bisa menarik minat wisatawan mancanegara maupun domestik seperti industri kerajinan sutera, bola soba (rumah adat), kawasan berburu rusa, pulau kambing di tengah Danau Tempe serta beragam jenis makanan khas daerah, "kata Burhanuddin Unru.
Menurut bupati, potensi wisata Kabupaten Wajo tidak kalah dengan daerah lainnya di Indonesia, hanya karena belum dipromosikan secara luas, sehingga sektor pariwisata daerah ini masih tertinggal.
Bupati Burhanuddin mengakui, kendala yang dialami pemkab setempat dalam memajukan sektor pariwisata adalah dana untuk promosi, sehingga potensi objek wisata di daerah ini belum banyak dilirik wisatawan mancanegara.
"Memang ada beberapa wisatawan asing yang berkunjung ke Wajo, namun jumlahnya masih terbatas karena belum tersentuh promosi seperti daerah lain yang sudah maju karena punya agenda kegiatan wisata yang telah masuk dalam kalender wisata nasional, "tutur Burhanuddin.
Setiap tahun pemkab Wajo menggelar festival Danau Tempe yang dirangkaikan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI dengan kegiatan berupa lomba perahu hias, lomba layang-layang, serta acara "Maccera Tappaareng" (mensucikan danau) yang ditandai penyebelihan kerbau, kemudian kepala kerbau tersebut dibenamkan ke dasar sungai.
Upacara Maccera Tappareng diminati banyak wisatawan asing maupun domestik, sehingga acara ritual ini telah masuk dalam kalender pariwisata Sulsel. (T.S016/I006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
