
Petani Dominasi Calhaj ONH Plus Sulsel
Jumat, 11 November 2011 19:10 WIB

Kondisi itu, menjadi salah satu ukuran bahwa kondisi ekonomi masyarakat di tingkat bawah semakin membaik. Tingginya penyaluran kredit konsumsi terutama sektor properti dan kendaraan dibandingkan penyaluran kredit produktif dari perbankan juga menjadi tanda bahwa ekonomi pada tingkat dasar yang difasilitasi perbankan berjalan, katanya.
Sehingga kondisi tersebut, maka kewajiban pemerintah adalah mengarahkan kebutuhan masyarakat yang mulai mengalami peningkatan tersebut tetap pada kepentingan-kepentingan dasar dan memacu perekonomiannya.
Percepatan ekonomi yang terjadi, lanjutnya, merupakan penerapan bingkai pemerintahan yang benar dan utuh. Bank tidak boleh jalan sendiri dan pemerintah tidak akan mungkin berhasil tanpa dukungan perbankan.
"Penyaluran dana yang meningkat cukup signifikan hingga sekitar Rp50 triliun oleh perbankan dan kredit macet di bawah tiga persen, itu tandanya akselerasi jalan. Tentu saja konsistensi pemerintah dibutuhkan untuk terus mendukungnya," ujarnya.
Penyelenggaraan "Banking Expo" adalah salah satu komitmen pemerintah provinsi, BI (Bank Indonesia) dan perbankan. Selama ini, lanjutnya, pemerintah dan perbankan selalu bersama-sama dan setiap konsepsi pemerintah sejalan dengan konsepsi perbankan begitu juga sebaliknya.
Pimpinan BI cabang Makassar, Lambok A. Siahaan, mengatakan, pihaknya selalu sejalan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Rasio Penyaluran Kredit hingga kini mencapai 131 persen dengan nilai total Rp53,4 triliun didominasi oleh sektor properti dan perdagangan barang dan jasa, restoran serta industri pengolahan.
"Kini kita tinggal mengarahkan bagaimana dana pihak ketiga, penyaluran kredit terus bertambah dan mengalir ke sektor yang kita kehendaki inilah yang disasar pada Banking Expo," ujarnya yang menambahkan selama kegiatan, bank akan melayani secara khusus dari segi waktu untuk masyarakat.
Banking Expo 2011 akan digelar pada 17-20 November 2011, berisi kegiatan seminar dan pameran perbankan yang diikuti oleh 27 bank. Dalam kegiatan tersebut akan diluncurkan pula gerakan "financial inclusion" atau bank untuk semua yang bertujuan mendorong lebih banyak orang memiliki akses ke perbankan terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) termasuk petani dan nelayan. (T.KR-RY/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
