
LSM Minta Kejari usut Kasus Alkes Matra

Mamuju (ANTARA News) - Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Yayasan Tunggal Mamuju Utara, meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengusut kasus hilangnya satu unit alat kesehatan di RSUD Kabupaten Mamuju Utara (Matra).
"Kasus hilangnya satu unit Alat Kesehatan (Alkes) USG warna tiga dimensi yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju Utara (Matra) patut menjadi perhatian aparat penegak hukum seperti Kejari. Sebab, kasus hilangnya alkes ini kuat dugaan akibat rekaya," kata Ketua LSM Yayasan Tunggal Matra, Erwin Haryadi di Mamuju, Senin.
Menurut dia, alkes USG tiga dimensi dengan harga pagu anggaran Rp1,451 miliar lebih ini dibiayai dengan menggunakan APBD tahun anggaran 2011.
"Kami juga heran kenapa Alkes yang dibiayai bernilai miliaran itu tiba-tiba dianggap hilang. Ini sangat mengundang perhatian publik karena dilain pihak kasus ini belum dilaporkan ke aparat kepolisian setempat," katanya.
Untuk itu, Kejari Mamuju diminta untuk pro aktif mengusut kasus Alkes di Matra karena bisa jadi bagian rekayasa untuk memperkaya diri yang dilakukan oknum tertentu yang ada di RSUD.
Ia mengemukakan, lembaganya telah melakukan investigasi terkait kabar hilangnya alkes dengan cara melakuka konfirmasi kepada mantan kepala Direktur RSUD Matra, dr Alif.
"Pejabat lama mengakui jika alkes itu masih tersimpan rapi semenjak menjadi penanggungjawab di RSUD," kata Erwin.
Sementara itu kata dia, keterangan dari pejabat Direktur RSUD Matra, Samhari, telah mengakui jika barang itu hilang saat alkes itu dibawa ke rumah pribadinya.
"Pejabat baru RSUD dengan santainya mengakui jika barang itu hilang di rumah miliknya sejak beberapa bulan yang lalu. Kasus ini tidak boleh dibiarkan untuk didiamkan karena telah menimbulkan kerugian besar bagi negara," ujarnya.
Untuk itu, lanjutnya, lembaga yang dipimpinnya sangat curiga jika kasus hilangnya alkes bernilai miliaran rupiah itu telah dijual dan hasilnya dibagi-bagi kepada kelompok yang ada di RSUD Matra.
"Yang menjadi masalah lagi karena ternyata lagi-lagi anggota DPRD Matra bersama pemerintah kabupaten kembali mengalokasikan anggaran untuk alkes serupa tahun 2012," ucapnya.
Erwin menyampaikan, pemerintah dan DPRD harus berhati-hati menyiapkan anggaran tambahan untuk alkes yang sama sebelum masalah kasus ini belum diusut secara hukum. (T.KR-ACO/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
