Logo Header Antaranews Makassar

10 Ribu Babi Dikarantina

Kamis, 30 April 2009 11:56 WIB
Image Print

Gowa, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Sebanyak 10 ribu ekor babi yang dikembangbiakkan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, di karantina untuk mengantisipasi penularan virus flu babi (H1N1).

Wakil Bupati Gowa Abdul Razak Badjidu didampingi Kadis Perikanan dan Peternakan Ahmad Sahsir dan Kadis Kesehatan, dr Hery Dasrin Gaffar, mengunjungi peternakan babi di Dusun Moncongloe Desa Paccelekang Kecamatan Pattalassang, Gowa Kamis.

Kedatangannya, terkait dengan virus flu babi yang kini sudah banyak terjadi di sejumlah belahan dunia. Penularan ini dikhawatirkan merambah hingga Indonesia termasuk Sulsel sehingga meminta agar dilakukan penanganan yang ketat.

"Untuk mengantisipasi penyebaran flu babi, kita akan melakukan karantina hewan khususnya babi agar terbebas dari serangan virus H1N1 yang bisa terjangkit langsung ke manusia," ujarnya.

Hingga saat ini, 10 ribu ekor babi yang dikembangbiakkan belum ditemukan adanya indikasi virus flu babi. Namun, untuk mengantisipasinya, Wabup Gowa berharap agar pemilik peternakan babi tersebut melakukan langkah-langkah preventif.

Langkah-langkah yang dimaksud yakni dengan tidak lagi menerima babi dari luar yang dikhawatirkan menyebarkan virus mematikan.

''Kita tidak khawatirkan babinya, tetapi peternaknya yang kami khawatirkan. Karena itu, Dinas Peternakan dan Perikanan maupun Dinas Kesehatan harus melakukan sosialisasi sejak dini,''jelasnya.

Dinas Peternakan dan Perikanan misalnya melakukan sosialisasi tentang kebersihan kandang, memberikan vaksin dengan waktu-waktu tertentu. Termasuk mengharapkan agar setiap masuk kandang harus memakai masker serta sepatu karet.

Sedangkan Dinas Kesehatan dapat menyiapkan obat-obatan bagi peternak dan karyawannya bila ada gejala demam tinggi maupun demam biasa serta menganjurkan agar segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat.

Akking (50) salah seorang pemilik peternakan babi mengatakan, dalam memelihara babi, kebersihan kandang harus dijaga dengan baik. Termasuk pemeriksaan makanan sebelum memberikan ke ternak babi tersebut.

Selain memeriksa peternakan babi, Dinas Kesehatan Gowa dan Dinas Peternakan dan Perikanan juga melihat kondisi tempat yang dikhawatirkan akan mengganggu lingkungan. Termasuk penduduk yang berdomisili di wilayah itu yang memang lebih banyak mata pencaharian sebagai pemelihara babi.

Setelah memeriksa para peternak babi, hasilnya tidak ada satupun yang terjangkit flu babi tersebut. Dinas Kesehatan Gowa kemudian memberikan obat sekaligus menyarankan segera ke rumah sakit bila ada gejala yang ciri-cirinya demam tinggi yang mencapai 40 derajat celcius.

Sesuai keterangan dari pemilik peternakan babi tersebut, pemberian vaksin setiap tiga bulan rutin dilaksanakan. Jadi, sebelum penyakit ini diketahui oleh masyarakat, para peternak sudah memeriksakan ternaknya dengan jadwal waktu yang telah ditentukan oleh Dinas Peternakan maupun pihak dokter hewan.
(T.PK-MH/S006)