Mahasiswa Unsulbar Sepakat Akhiri Penyegelan Kampus

id segel kampus, unsulbar majene, anwar adnan saleh

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) di Kabupaten Majene, Sabtu, akhirnya sepakat membuka segel kampus setelah seluruh tuntutannya terpenuhi melalui dialog ribuan mahasiswa dengan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh.

Ribuan mahasiswa yang menyegel kampus sekitar satu bulan lalu akhirnya menerima permintaan Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh untuk membuka segel agar proses perkuliahan kembali berjalan normal.

Kesepakatan untuk membuka segel kampus melalui surat perjanjian bersama antara perwakilan mahasiswa Unsulbar yang terdiri dari perwakilan ketua tingkat dan ketua jurusan dengan Gubernur Sulbar yang juga merupakan ketua yayasan Unsulbar.

"Saya meminta, adanya sejumlah solusi yang harus kami penuhi baik sebagai Gubernur Sulbar maupun selaku ketua yayasan Unsulbar atas tuntutan seluruh mahasiswa, penyegelan kampus juga harus dihentikan melalui surat kesepakatan bersama," ungkap Gubernur di Majene.

Menurut Gubernur, jika penutupan kampus tetap dilakukan maka akan merugikan sejumlah mahasiswa yang memiliki hak untuk mendapatkan ilmu pengetahuan melalui proses perkuliahan, sehingga sangat banyak mahasiswa yang akan dirugikan.

Seluruh tuntutan mahasiswa telah menjadi kesepakatan bersama melalui penandatanganan antara mahasiswa dan gubernur sehingga hal tersebut dianggap sebagai sebuah jaminan yang bisa dipertanggungjawabkan selaku pihak kampus maupun pemerintah.

Melalui tawaran tersebut, akhirnya ribuan mahasiswa menyepakati untuk membuka segel kampus dan proses perkuliahan bisa kembali dilanjutkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh pengelola kampus.

"Kami tetap menaruh harapan agar seluruh tuntutan kami terpenuhi. Namun kami telah memiliki pegangan yang bisa dipertanggungjawabkan oleh pihak yayasan, pihak kampus, maupun pemerintah daerah sesuai batas yang disepakati," ungkap perwakilan mahasiswa Unsulbar, Mulyadi.

Namun, mahasiswa tetap ngotot untuk kembali melakukan aksi lanjutan, termasuk menyegel kembali kampus jika tuntutannya tidak terpenuhi sesuai dengan batas waktu yang telah disepakati bersama.

"Kami menghargai proses ini sebagai sebuah kesepakatan yang kita ambil bersama melalui dialog. Namun jika dalam batas waktu tertentu sesuai perjanjian seluruh tuntutan kami tidak terpenuhi, kami akan kembali melakukan aksi," ujarnya.(T.KR-AAT/F003)
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar