Logo Header Antaranews Makassar

Pemkab Matra Kerjasama Program Penghijauan dengan Swasta

Kamis, 1 Maret 2012 22:51 WIB
Image Print

Pasangkayu, Sulbar (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat, menjalin kerjasama dengan perusahaan sawit untuk melakukan gerakan penghijauan, ditandai dengan penanaman pohon bambu pada beberapa titik di bantaran sungai.

Penanaman pohon bambu diawali dengan acara seremonial pencanangan gerakan penghijauan oleh Bupati Mamuju Utara (Matra), Ir.H.Agus Ambo Djiwa yang dilaksanakan di gedung olahraga PT Unggul Widya Teknologi Lestari di Kecamatan Baras, Mamuju Utara, Kamis.

Turut hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Mamuju Utara, H.Muh.Saal, Wakil Ketua I DPRD Matra, Lukman Said, Wakil Ketua II DPRD Matra, Ukhsin Djalaluddin, para pejabat lingkup pemkab Matra serta dihadiri langsung Sekretaris Komisi II DPRD Sulbar, H.Abidin.

Selain itu, hadir pula Direktur Utama PT Unggul Widya Teknologi Lestari, Tjokro Putro Wibowo, Se, para kepala desa maupun karyawan sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di daerah itu.

Bupati Mamuju Utara dalam sambutannya menyampaikan, pencanangan gerakan penghijauan ini merupakan tindak lanjut dalam rangka mewujudkan program nasional penanaman satu milyar pohon.

"Gerakan penghijauan yang kita laksanakan pada kesempatan ini sekaligus merupakan rangkaian perayaan Lingkungan Hidup yang diperingati setiap tahunnya," kata dia.

Ia mengatakan, pemkab Matra tentu menyambut positif atas kerjasama yang dibangun antara Badan Lingkungan Hidup dengan PT Unggul Widya Lestari selaku perwakilan dari empat perusahaan sawit yang beroperasi di Mamuju Utara.

"Pencanangan penghijauan yang kita laksanakan sekarang ini merupakan gerak nyata dalam mewujudkan terciptanya lingkungan yang hijau," kata dia.

Bupati mengatakan, kegiatan ini juga merupakan instruksi presiden untuk mendukung target penanaman satu milyar pohon.

"Apa yang kita laksanakan sekarang ini merupakan bagian untuk memenuhi target pemerintah pusat untuk melakukan penanaman satu milyar pohon,"kata dia.

Ia mengatakan, pemkab Matra sangat menyadari bahwa daerah ini dikelilingi puluhan sungai sehingga rawan terjadinya erosi apabila bantaran sungai tidak dilakukan penanaman pohon.

"Aliran sungai kita sangat banyak dan bahkan ada yang sangat besar seperti sungai Lariang yang hulunya berasal dari Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Maka sangat diharapkan partisipasi semua pihak dalam rangka melestarikan hutan yang ada di Matra," ungkap Agus.

Agus menyampaikan, partisipasi semua elemen dan dukungan sangat dibutuhkan dan bukan hanya mengharapkan partisipasi perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk melaksanakan gerakan penghijauan ini.

"Petani, pelaku usaha, masyarakat harus berpartisipasi melakukan penanaman pohon untuk menjaga daerah kita agar tetap lestari,"ungkap dia.

Penamanan perdana yang dilakukan PT Unggul kata Bupati sebagai bukti bahwa perusahaan sawit di Matra sangat mencintai kelstarian lingkungan daerahnya.

"Gerak nyata yang dilakukan PT Unggul untuk melaksanakan penghijauan diharapkan tetap berkelanjutan agar daerah ini selamat dari ancaman terjadinya perubahan iklim yang bisa menimbulkan bencana alam seperti musibah banjir,"ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Unggul Widya Lestari, Tjokro Putro Wibowo dalam sambutannya menyampaikan, dirinya sangat berterima kasih kepada pemkab Matra karena perusahaannya telah ditunjuk sebagai pelopor untuk melaksanakan gerakan penghijauan.

"Kami tentu bangga dan bahagia karena perusahaan kami telah ditunjuk untuk melaksanakan kegiatan penghijauan penanaman pohon dalam rangka perayaan hari lingkungan hidup," kata Tjokro.

Ia mengatakan, penanaman pohon bukanlah hal yang pertama dilakukan sejak perusahaannya beroperasi di daerah Matra. Ini dilakukan untuk menjaga terjadinya dampak kerusakan lingkungan sehingga memang perlu dilaksanakan gerakan penghijauan penanaman pohon.

"Jauh sebelumnya kami pun telah melaksanakan penanaman pohon bambu termasuk melaksanakan penanaman pohon sukun. Pohon bambu dan sukun merupakan salah satu tanaman bernilai ekonomi tinggi untuk kebutuhan masyarakat,"kata Tjokro.

"Penamanan pohon bambu pada pinggiran sungai untuk menjaga erosi dan itu kami telah lakukan sejak tahun 2008 dan tahun ini kami kembali melakukan penanaman pohon hingga 5.000 pohon bambu," kata Tjokro.
(T.KR-ACO/N001)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026