Logo Header Antaranews Makassar

Transmigran Kolehang Majene Minta Dipulangkan

Kamis, 26 April 2012 15:11 WIB
Image Print

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Sebanyak 61 kepala keluarga transmigran di Dusun Kolehalang, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, minta dipulangkan ke daerah asal karena lahan yang disediakan tidak bisa digarap sebagai sumber penghidupan.

Salah satu perwakilan transmigran, Zainal saat menghadap Wakil Bupati Majene, Kamis, mengatakan bahwa lahan induk yang disediakan pemerintah seluas 20 hektare berada pada kemiringan 60 hingga 70 derajat sehingga sangat sulit untuk tanaman jangka pendek.

Trasmigran yang ditempatkan di Panggalo sekitar sebulan lalu berjumlah 150 kepala keluarga dengan jumlah transmigran dari luar Majene sebanyak 75 kepala keluarga dan transmigran lokal sebanyak 75 kepala keluarga.

Masing-masing kepala keluarga mendapat satu unit rumah layak huni beserta lahan pekarangan seluas 1/4 hektare.

"Kami kecewa sebab lahan induk yang ditunjuk sebagai lahan garapan bersama tidak layak sebab tingkat kemiringannya sangat tinggi untuk ditanami tanaman jangka pendek seperti padi, jagung, maupun beberapa jenis lainnya," ungkapnya.

Selain menunutut dipulangkan, para transmigran meminta agar pemerintah memberikan solusi lain yaitu dengan memberikan lokasi yang layak kepada para transmigran melalui relokasi agar memiliki sumber penghasilan yang layak untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka.

Nurhadi yang juga merupakan perwakilan transmigran mengatakan, sejak ditempatkan di lokasi transmigrasi, mereka belum bisa melakukan apa-apa terhadap lahan induk tersebut sebab tidak memungkinkan untuk digarap.

Dia juga mengeluhkan akses transportasi menuju Panggalo harus ditempuh berjam-jam dan dengan biaya cukup besar menuju Kota Majene.

"Pada dasarnya kami telah memiliki beberapa hasil pertanian yang akan didistribusikan, namun biayanya sangat besar sebab untuk keluar dari lokasi pemukiman kami harus menyewa kendaraan besar seperti truk. Sementara, produksi pertanian yang dihasilkan tidak bisa bertahan lama sebab hanya berupa sayur-mayur," paparnya.

Perwakilan transmigran lainnya, Ridawan berharap Pemkab Majene memfasilitasi pemulangan mereka sebab merasa tidak bisa berkembang jika hanya berada di lokasi tersebut dibanding saat mereka berada di kampung masing-masing.

Jika Pemkab Majene merasa diberatkan, dia meminta solusi lain untuk merelokasi para transmigran ke tempat yang lebih layak.

"Kami telah mendapat dukungan 61 kepala keluarga transmigran yang berasal dari Pulau Jawa dan Nusa Tenggara Barat untuk mengajukan dua tuntutan yaitu dipulangkan atau direlokasi ke tempat layak. Jika tidak dipenuhi, kami akan segera meninggalkan lokasi tersebut dan melakukan aksi demonstrasi," ujarnya.

Menanggapi permintaan transmigran, Wakil Bupati Majene Fahmi Massiara mengatakan akan segera mengkoordinasikan hal tersebut kepada Bupati Majene, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diasosnakertrans) Majene, dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

Dia berjanji akan memberikan solusi kepada para transmigran agar lahan induk tetap bisa digarap sebab jika transmigran ingin dipulangkan maka akan merugikan pemerintah pusat yang telah mengalokasikan banyak biaya.

Selain itu, dia mengaku tidak mungkin dilakukan relokasi sebab lahan yang tersedia sangat terbatas dan di sekitar lokasi transmigrasi tersebut merupakan kawasan hutan lindung. (T.KR-AHN/R007)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026