
Festival Internasional Budaya Bajo Kurang Diminati
Senin, 21 Mei 2012 07:41 WIB

Hal itu terlihat kurangnya pengunjung di Gedung Mulo, tempat Pelaksanaan kegiatan, Minggu.
Festival ini pula telah memasuki tahun ketiga dalam penyelenggaraannya. Namun sejumah persiapan dan prasarana dari panitia pelaksana dalam hal ini Pemerintah Provinsi Sulsel di bawah kendali Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tidak mendukung, padahal festival tersebut berskala Internasional.
"Saya berpikir awalnya kegiatan ini akan besar, tetapi pada kenyataannya sedikit sekali orang yang datang dan berminat untuk berpartisipasi," kata Wahyuni, salah satu pengunjung.
Seni gendang, salah satu kesenian Suku Bajo yang menjadi nilai sejarah terancam punah di zaman modern ini. Dengan adanya festival itu di Makassar Sulsel diharapkan dapat dipublikasikan ke dunia, tetapi fakta yang terjadi ternyata masih kurang diminati.
"Masyarakat Suku Bajo itu hidup di laut dan mencari rizki di laut, melihat budaya mereka secara turun-temurun menjadi nilai tersendiri. Namun sayangnya pemerintah tidak melihat itu sebagai budaya yang harus dipertahankan," kata Udin Palisuri, seorang budayawan.
"Tidak adanya perhatian serius pemerintah terhadap kelestarian Suku Bajo. Besar harapan ke depan pemerintah membuka ruang dan memperhatikan serta membina mereka," katanya. (T.KR-DF/S023)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
