Logo Header Antaranews Makassar

DKP Jamin Ikan di Majene Bebas Formalin

Selasa, 22 Mei 2012 19:15 WIB
Image Print

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menjamin ikan hasil tangkapan nelayan di daerah itu tetap aman dikonsumsi sebab tidak mengandung bahan pengawet jenis formalin.

"Dari hasil pantauan lapangan yang dilakukan di beberapa pasar lokal hingga saat ini belum pernah ditemukan ikan yang beredar di pasaran mengandung pengawet jenis formalin," kata Kepala DKP Majene Fadlil Rasyid di Majene, Selasa.

Bila ada anggapan ikan dari Majene berformalin, dia menegaskan bahwa hal itu merupakan anggapan yang keliru sebab ikan produk nelayan setempat selalu menjadi rebutan konsumen di berbagai pasar lokal, bahkan sering kali hingga keluar daerah.

Dikatakan Fadlil, meskipun yang berhak melakukan pengawasan terhadap berbagai jenis makanan yang beredar di pasar adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pihaknya tetap melakukan pantauan.

"Sistem pengawasan yang kami lakukan lebih dimaksimalkan pada kelestarian sumber daya laut," katanya menjelaskan.

Fadlil menduga ikan mengandung formalin berasal dari kabupaten lain di luar Sulbar, kemudian masuk ke Majene dan didistribusikan ke beberapa pasar lokal. Hal itu terjadi bila hasil tangkapan nelayan di Majene sedang mengalami penurunan.

"Pada lain hal, produksi ikan majene juga biasa dikirim ke luar Sulbar, yaitu jenis ikan tuna yang kebanyakan didistribusikan hingga ke Makassar, Sulawesi Selatan, sebab jenis ikan tersebut memang banyak diminati di daerah tersebut, dan itu pun tidak mungkin diberi formalin," katanya.

Sesuai dengan hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh salah satu perguruan tinggi pada sepanjang perairan Majene, kata dia, dari 18 ribu ton potensi ikan laut hanya 6.500 ton per tahun yang bisa diproduksi. Jumlah tersebut ditarget akan meningkat sekitar 2.500 ton sekitar tiga tahun mendatang.

"Sesuai dengan peraturan perundang-undangan, warga hanya bisa memanfaatkan potensi ikan laut separuh dari potensi yang ada, yakni sebanyak 9.000 ton per tahun sehingga masih tersisa sebanyak 2.500 ton per tahun hingga mampu mencapai target," tuturnya.

Dikatakan Fadlil, potensi ikan laut Majene masih terbilang kecil bila dibanding potensi ikan laut kabupaten lain di Sulbar. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan produksi ikan laut yang dihasilkan nelayan Majene justru mampu menyuplai kebutuhan ikan masyarakat kabupaten lain di Sulbar. (T.KR-AHN/D007)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026