Logo Header Antaranews Makassar

Pemprov NTT Optimalkan Sentra Produksi Padi

Sabtu, 26 Mei 2012 15:46 WIB
Image Print

Kupang (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus berupaya mengoptimalkan sentra produksi padi untuk memenuhi target pembelian beras produksi petani lokal oleh Bulog Divisi Regional NTT selama 2012.

"Di NTT sentra produksi padi terdapat di wilayah Pulau Flores, Sumba Timor dan Rote Ndao. Sentra-sentra ini akan dioptimalkan untuk memenuhi target pembelian Bulog Divre NTT sebanyak 15 ribu ton," katanya di Kupang, Sabtu.

Ia mengatakan hal itu terkait rencana Bulog Divre NTT untuk membeli beras petani lokal, namun masih terbatas akibat ketersediaan stok di lapangan belum mencukupi, yang hingga pertengahan Mei 2012 baru dapat menyerap beras sekitar 730 ton dari total target 15 ribu ton.

"Pembelian ini akan berdampak pada penyerapan dan percepatan serta pemberdayaan petani lokal dengan sasaran memenuhi stok pangan dan mengurangi angka kemiskinan dan kelaparan di daerah ini," katanya.

Ia menyebut di Pulau Flores, sentra produksi padi terdapat di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo dan sebagian kecil terdapat di Rote Ndao, Kupang, Sumba Timur dan Sumba Barat Daya.

Produksi hasil padi sawah di wilayah itu rata-rata mencapai 3,6 ton per hektare (ha) dan padi ladang sekitar 2,1 ton per ha.

Sedangkan sentra produksi jagung terdapat di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Belu, Timor Tengah Utara, Sumba Barat Daya dan Sumba Timur dengan produksi per hektare rata-rata 2,5 ton.

Ia mengatakan curah hujan yang turun drastis sejak awal tahun ini di sebagian wilayan Nusa Tenggara Timur seperti daratan Timor, Sumba Timur, Flores, menyebabkan pertumbuhan sebagian besar tanaman terganggu.

"Kekeringan menyebabkan tahapan pengisian buah/polong padi gagal yang berakibat pada gagal panen atau puso," katanya.

Hal ini terjadi karena sebagian besar adalah lahan kering atau sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada musim.

Akibatnya, kata Nuhan, produksi padi mengalami penurunan yang signifikan, yakni pada 2009 mencapai 607.359 ton turun menjadi 555.493 ton pada 2011.

"Rinciannya, padi sawah 464 703 ton pada 2009 turun menjadi 427.799 ton pada 2010, dan padi ladang dari 142.656 ton turun menjadi 127.694 ton," katanya. (T.pso-084/E005)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026