
Wiranto Targetkan Suara Hanura Naik

Mamuju (ANTARA News) - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Wiranto, mentargetkan suara Partainya naik dua kali lipat pada pemilu legislatif (Pileg) tahun 2014 mendatang.
"Kalau pada pemilu tahun 2009 Hanura meraih suara 3.7 persen maka pemilu 2014 ditargetkan naik dua kali lipat dari itu,"kata Ketua DPP Hanura, Wiranto, di Mamuju, Selasa.
Dia mengatakan, itu pada pelantikan dan rapat kerja daerah DPD Srikandi Hanura yang dihadiri Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura dan ratusan kader Hanura dari berbagai Kecamatan di Provinsi Sulbar.
Ia mengatakan, suara Hanura pada pemilu tahun 2009 mencapai 3.7 juta dari 100 ribu pemilih di Indonesia, hasil yang diraih itu ditargetkan naik karena kader Hanura yang ada di 33 Provinsi di Indonesia sudah bekerja untuk dapat meraih target tersebut.
"Kader Hanura terus bekerja melakukan konsolidasi partai diseluruh daerah di Indonesia, sehingga optimis target meraih suara dua kali lipat dari yang diraih pada tahun 2009, pada pileg tahun 2014 optimis dapat diraih,"katanya.
Menurut dia, DPP Partai Hanura juga akan berupaya meraih satu kursi pada 77 daerah pemilihan anggota DPR-RI di seluruh daerah di Indonesia, dan itu akan juga dikerjakan untuk diraih seluruh kader Hanura di Indonesia dengan konsolidasi partai terus menerus.
"Tidak usah muluk-muluk untuk DPR-RI, cukup satu kursi untuk setiap Dapil di Indonesia, itu sudah luar biasa ketika mampu di raih Hanura, dan itu optimis akan dicapai, seluruh kader Hanura ditingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Desa,"katanya.
Ia mengatakan, Hanura akan terus berupaya memenangkan pemilu 2014 mendatang karena untuk memperjuangkan keinginan hati nurani rakyat yang ingin memperbaiki kondisi bangsa ini.
"Sudah terlalu banyak korupsi di negeri ini yang bertentangan dengan hati nurani rakyat, Partai Hanura harus menang agar bisa berperan besar memperbaiki bangsa ini kedepan,"katanya. (T.KR-MFH/M009)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
