Makassar (ANTARA) - Pihak Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Sulawesi Selatan menelusuri persoalan bantuan benih untuk petani di Kabupaten Bulukumba yang dikeluhkan warga sebagai benih tidak berkualitas karena tidak tumbuh setelah ditanam.
“Kita telah turun untuk mengecek perihal benih gratis yang dikeluhkan oleh warga karena tidak tumbuh,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas TPHP Sulsel Imran Jausi di Makassar, Senin.
Imran memimpin tim pengecekan benih tersebut, yang didampingi Kepala UPT Balai Benih TP Maros, pihak Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Bulukumba, Pengawas Benih tanaman, PPL, pihak penyedia benih, dan ketua kelompok tani.
Upaya tersebut untuk menindaklanjuti adanya keluhan warga di Ujungloe, Kabupaten Bulukumba, yang mengaku bahwa adanya bantuan benih gratis dari pemerintah yang tidak tumbuh setelah ditanam.
Imran mengatakan dari hasil pengecekan langsung, dapat dipastikan bahwa benih yang dikeluhkan warga bukan dari bantuan Mandiri Benih oleh Pemprov Sulsel, sebab dari kemasan pada benih yang dikeluhkan warga berbeda dengan kemasan dalam program Pemprov Sulsel.
“Berdasarkan hasil monev di lapangan, tim menegaskan bahwa bantuan benih yang dikeluhkan masyarakat bukan bantuan benih Program Mandiri Benih Provinsi Sulsel, tetapi benih yang diadakan oleh dana tugas perbantuan (APBN),” jelasnya.
Benih gratis dari Pemprov Sulsel akan menyertakan logo Sulsel dan sebelum disalurkan ke petani telah melakukan uji mutu benih dari Program Mandiri Benih.
"Hasil uji laboratorium bahwa daya tumbuh pada benih ‘Mandiri Benih’ di atas 80 persen. Benih yang disalurkan juga minim penggunaan bahan kimia. Serta benih yang dihasilkan dan dibagikan sesuai dengan kondisi tanah di Sulsel," kata Imran.
Imran mengemukakan bahwa bantuan benih gratis di Kabupaten Bulukumba bukan hanya berasal dari Pemprov Sulsel, melainkan juga ada bantuan dari pusat.
Pihaknya kemudian menyiapkan opsi untuk penggantian benih jika ditemukan adanya benih yang tidak tumbuh.
“Diminta kepada Dinas Tanaman Pangan kabupaten Bulukumba agar membuat surat resmi ke provinsi sebagai laporan jumlah benih bantuan yang tidak tumbuh. Untuk selanjutnya Dinas TPHP Sulsel akan meminta pihak penyedia melakukan penggantian benih secepatnya,” urai Imran.

