Logo Header Antaranews Makassar

Loyalitas Sang Kapten Diuji

Rabu, 3 Juni 2009 15:15 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Sejak bergabung dengan tim kebanggaan Sulawesi Selatan, PSM Makassar beberapa waktu lalu, Syamsul Haeruddin hingga musim ini tetap setia menggunakan kostum PSM, Namun belakangan ini loyalitas sang kapten kembali diuji.

Kematangan serta pengalaman, baik dalam tim PSM hingga timnas Indonesia, menjadi alasan banyak pihak yang percaya akan kemampuan yang dimiliki. Namun ujian itu kembali hadir padanya.

Syamsul Haeruddin ketika dihubungi melalui telepon di Majene, Sulawesi Barat, Rabu, yang siap menuntaskan pertandingan terakhirnya melawan Deltras Sidoarjo menjelaskan, bahwa beberapa waktu lalu dirinya telah dikontak oleh pengurus Persisam untuk dapat bergabung pada musim berikutnya.

Tim yang baru saja merajai divisi utama musim lalu, Persisam Samarinda diakui sedang mengajaknya untuk bergabung dalam menghadapi DISL musim depan.

"Saya memang telah dikontak salah seorang pengurus Persisam beberapa waktu lalu, mereka menawarkan untuk bergabung dalam tim," ujarnya.

Walaupun mengaku telah dikontak, namun loyalitasnya masih terjaga hingga hari ini, dirinya mengaku belum bisa menentukan sikap akan kemana berlabuh musim depan. Apalagi pihak dari Persisam menghubunginya baru sebatas konfirmasi saja.

Namun dilihat dari pengalaman dan loyalitasnya terhadap PSM, ia tidak terlalu memikirkan.

Baginya, PSM merupakan salah satu tim terbaik di Indonesia, hal itupun yang membuatnya tetap betah dan bertahan, walaupun sejumlah godaan menghadang.

"Saya masih sangat sulit untuk meninggalkan PSM jika memang masih dibutuhkan, tetapi jika tenaga saya sudah tidak dibutuhkan lagi, ya nantilah kita liat jawabannya," ujarnya.

Faktor keluarga dan para penggemar juga dinilai cukup penting dan mempengaruhi langkah ke depannya, selama mereka masih tetap percaya dan memberikan dukungan sepenuhnya untuk berjuang bersama PSM, mungkin alasan untuk pindah ke klub lain tidak akan terlintas difikiran.

Menyoal nilai kontrak yang ditawarkan tim lain yang tentu saja lebih besar dibandingkan dengan nilai yang dianggarkan PSM kepadanya, itu bukan sesuatu yang dinilainya bisa mengurangi loyalitasnya, namun kembali mengharapkan bahwa sudah saatnya pihak pengelola bisa memberikan bayaran yang layak.

"Saya tidak mau munafik kalau dibilang tidak mau duit, tetapi jika PSM masih memberikan sesuatu yang saya anggap wajar, pasti kita sebagai putra daerah ingin tetap berbakti," ucapnya.

(T.PSO-102/F003)