
Pengurus DPD Demokrat Sulbar Dilantik
Senin, 8 Oktober 2012 01:23 WIB

Acara pelantikan dipimpin Ketua DPP Partai Demokrat, Gde Pasek Suardika. Turut hadir dalam acara ini sejumlah pengurus DPP PD diantaranya Ichsan Mojo, Arsal, Nurul Qomar, Michael Wattimena, Hutomo Agus Subekti, Yusuf Thahir, Sudewo, dan Salim S Mengga.
Dalam kesempatan itu Gde Pasek Suardika menyampaikan permintaan maaf dan salam dari Ketua Umum DPP PD Anas Urbaningrum yang tidak bisa hadir karena kesehatannya terganggu.
"Hingga siang tadi, Pak Anas telah mengagendakan akan hadir, namun karena alasan kesehatan Pak Anas tak dapat hadir dan hanya menitip pesan salam kepada seluruh kader partai yang ada di Sulbar," ujarnya.
Namun demikian, kata dia, Anas berjanji akan tetap ke Mamuju dalam kegiatan yang lain setelah acara pelantikan Ketua DPD Demokrat Sulbar, Suhardi Duka, beserta jajarannya.
Menurut Suardika, Anas belakangan ini memang harus banyak turun ke daerah, selain terkait persiapan menghadapi Pemilu 2014, juga karena Partai Demokrat sedang menghadapi "badai" yang melanda partai itu.
"PD menghadapai badai besar karena dihantam di atas, namun patut disyukuri karena partai ini ternyata tetap subur di tingkat akar rumput," ujar Ketua Komisi III DPR RI itu.
Ia menyampaikan apresiasi kepada perwakilan sejumlah partai, seperti PAN, PKS, danPPP, juga ormas Pemuda Pancasila yang hadir dalam acara pelantikan pengurus DPD Demokrat Sulbar.
"Ormas Pemuda Pancasila biasanya nampak di tempat-tempat yang lain. Namun, kali ini berbaur dengan Demokrat di Sulbar. Ini pertanda bahwa Demokrat Sulbar akan bisa lebih baik untuk meraih hasil positif pada Pemilu 2014,"katanya.
Saat ini, kata dia, proses kegiatan pemilu telah dimulai dari tahapan pendaftaran calon parpol peserta pemilu.
"Saya yakin dengan melihat aura pengurus Partai Demokrat di Sulbar maka saya yakin kita bisa menang," pungkasnya. (T.KR-ACO/S024)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
