
Investor Lirik Potensi Dasit dan Gamping Majene

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Salah satu invertor yang bergerak pada bidang pertambangan tertarik mengelola potensi batu dasit dan batu gamping di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Majene, Ahmad Rafli Nur di Majene, Selasa, mengatakan, saat ini tim geologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sementara melakukan eksplorasi.
Dia mengatakan eksplorasi tersebut akan dilakukan selama 10 hari dan rencananya akan dilakukan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Banggae dan Pamboang.
Namun, Distamben belum menyebutkan nama perusahaan yang akan mengelola potensi tersebut sebelum prosesnya dilanjutkan pada tahap eksploitasi.
"Tim geologi dari ITB sudah tiga kali datang ke Majene untuk memastikan potensi kedua jenis batu tersebut dapat digarap salah satu perusahaan pertambangan. Nantinya bukan hanya pihak insvestor yang akan diuntungkan tetapi juga masyarakat setempat," katanya.
Dari hasil pembicaraan yang dilakukan dengan pihak investor diketahui jika potensi batu dasit kebanyakan berada di Kecamatan Pamboang, sementara potensi batu gamping banyak berada di Kecamatan Banggae.
Rafli menuturkan, tim geologi menyampaikan jenis batu gamping tersebut sangat cocok digunakan sebagai bahan dasar saat melakukan penimbunan terhadap kawasan rawa-rawa. Sementara penggunaan batu dasit sangat cocok digunakan untuk keperluan pembangunan sebuah pelabuhan sebab dinilai tahan terhadap air laut.
"Pada tahap eksplorasi ini mereka hanya akan mengambil contoh batu untuk diteliti lebih lanjut sebab harus menggunakan peralatan dan analisis yang mendalam," terangnya.
Setelah proses eksplorasi, tim geologi akan melakukan ekspose dengan melibatkan pihak di Pemkab Majene beserta perwakilan warga dengan tujuan memaparkan sejumlah hal yang berkaitan dengan kesiapan eksploitasi serta sejauh mana dampak positif atas eksploitasi bagi warga sekitar.
Jika sudah ada Memorandum of Understanding (MOU) antara Pemkab Majene dengan perusahaan yang akan melakukan eksploitasi, maka pihak perusahaan juga berencana membangun pelabuhan internal untuk mengangkut dua jenis bebatuan yang dibutuhkan.
"Kami berharap ini menjadi peluang bagi daerah kita, selain dapat menambah pendapatan daerah juga dapat menciptakan lapangan kerja," kata Rafli. (T.KR-AHN/S023)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
