
Majene Kembali Terima Bantuan PLTS

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kembali menerima bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk dialokasikan kepada dua desa.
Beberapa hari lalu daerah itu juga menerima PLTS yang ditempatkan pada desa berbeda.
"Beberapa hari lalu kita mendapat bantuan PLTS bagi warga di Desa Pamenggalang Kecamatan Sendana senilai Rp2,7 miliar dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT)," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Majene, Ahmad Rafli Nur di Majene, Senin.
Saat ini, Distamben kembali menerima bantuan PLTS untuk dua desa, namun sumber bantuan yang diterima berbeda dari sumber bantuan beberapa hari sebelumnya, yakni dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Dua desa tersebut adalah Desa Kabiraan Kecamatan Ulumanda dan Desa Lombang Kecamatan Malunda. Bantuan tersebut telah disalurkan oleh Kementerian ESDM melalui Distamben Sulbar dan dikerjakan langsung pihak ke tiga yang dianggap sebagai pemenang tender.
"Bantuan tersebut merupakan PLTS terpusat yang mampu menyuplai listrik kepada 90 kepala keluarga. Kita dapat informasi jika Distamben Provinsi sudah menunjuk salah satu pihak ketiga untuk menjalankan program tersebut," katanya.
Pada lain hal, Rafli mengeluhkan masalah koordinasi pihak ke tiga yang ditunjuk mengerjakan pemasangan PLTS tersebut. Dia mengaku hingga saat ini belum ada koordinasi kepada Distamben meskipun pengerjaan telah dilaksanakan.
Menurut dia, ini merupakan proyek PLTS yang kesekian kalinya dikerjakan di Majene namun tidak melalui koordinasi kepada Distamben Majene, padahal hal ini juga sudah mendapat perhatian dari Wakil Gubernur Sulbar, Aladin S Mengga yang menyesalkan lemahnya koordinasi.
"Biasanya pihak ke tiga langsung menemui kepala desa dan terkesan lepas komunikasi dengan kami, padahal mereka seharusnya membentuk organisasi pelaksana program dan melibatkan masyarakat setempat dalam pengerjaannya," katanya. (T.KR-AHN/S023)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
