
Ansor Desak Polisi Usut Pembunuhan Wartawan

Manado (ANTARA News) - Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Utara mendesak kepolisian daerah secara profesional mengusut kasus pembunuhan terhadap Riyono Lingotu wartawan harian Metro di Manado pada Minggu (25/11).
"Kami mendesak polisi mengusut tuntas dan serius menangani kasus pembunuhan Riyono Linggotu," kata Ketua Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Utara (Sulut) Benny Rhamdani di Manado, Kamis.
Ha itu dikatakan Rhamdani terkait kunjungan GP Anshor dan sejumlah ormas Islam lainnya ke Kapolda Sulut Brigjen Pol Dicky Atotoy pada Rabu (28/11).
Ia mengatakan penanganan kasus ini harus dituntaskan hingga ada yang bertanggung jawab terhadap pembunuhan kemudian diproses hukum.
"Itu harus dilakukan tanpa pandang bulu. Jadi siapa pun yang terlibat, hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu," kata Rhamdani.
Rhamdani menambahkan, pihaknya juga mendesak kepolisian untuk membongkar motif di balik pembunuhan itu.
Menurut dia, GP Ansor juga melakukan investigasi dan menemukan beberapa keganjilan.
Keganjilan yang mengarah seolah-olah ada perencanaan, seolah-olah yang bersangkutan menjadi target dari pihak tertentu dan seolah-olah apa yang dialami korban berkaitan dengan profesi.
"Kami menginginkan kepolisian mengusut tuntas agar tidak menimbulkan interpretasi di tengah publik," ujarnya.
Pada Minggu (25/11) Aryono Linggotu wartawan harian Metro yang sehari meliput di Polresta Manado tewas terbunuh di Jl Daan Mogot 4, Kelurahan Tikala Baru, Lingkungan II, Kecamatan Tikala Manado, dengan sejumlah luka tusukan benda tajam di tubuhnya.
Terkait dengan kasus ini, polisi telah menangkap JK alias Jimmy, warga Kelurahan Dendengan Dalam, Kecamatan Tikala Manado yang diduga sebagai salah satu pelaku pembunuhan terhadap Aryono Linggotu. (T.J009/B/E005)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
