Logo Header Antaranews Makassar

lSM Nilai Idris Patarai tidak Etis

Senin, 3 Desember 2012 05:08 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Pemantau Aparatur Negara (Gempar) menilai mantan Kepala Bappeda Pemkot Makassar Idris Patarai bersikap tidak etis karena menyebut program yang ditawarkan pasangan calon gubernur-wakil gubernur Sulawesi Selatan sebagai pembodohan rakyat.

"Tidak etis jika dia (Idris Patarai) mengevaluasi program itu, sedangkan dia merupakan birokrat Pemkot Makassar," kata Ketua LSM Gempar Muhammad Akbar di Makassar, Minggu.

Sebelumnya, Idris Patarai menyoroti program pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Ilham-Aziz (IA) dengan menyatakan sembilan program Kartu Semangat Baru (KSB) IA bebas merupakan pembodohan rakyat bahkan perlu dievaluasi.

"Idris seharusnya tidak mengevaluasi dan menyoroti program sembilan bebas IA karena masih dia masih terdaftar sebagai birokrat di lingkup Pemkot Makassar, Itu sama saja dengan provokator," katanya.

Program sembilan bebas IA adalah penyempurnaan dari program IASMO Bebas dimana progam Pemkot Makassar di bawah kendali Ilham Arief Sirajuddin-Supomo Guntur sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang membebaskan biaya lima item kebutuhan dasar masyarakat dari lahir sampai mati.

Selain itu, saat itu Idris masih menikmati fasilitas Pemerintah Kota Makassar, yaitu dua mobil dinas. Bahkan, informasi yang diterima, satu dari dua unit mobil dinas tersebut ditempeli gambar pasangan kandidat tertentu.

"Bila Idris gentelemen, jangan hanya menyoroti dan mengkritisi program IA Bebas, tapi kembalikan juga dua unit mobil dinas. Tidak ada aturannya mantan pejabat menguasai mobil dinas. Karena fasilitas itu melekat pada jabatan, bukan pada orangnya," katanya. (T.KR-DF/S024)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026