Logo Header Antaranews Makassar

Lima Titik Longsor Tutupi Bonehau-Kalumpang

Kamis, 3 Januari 2013 22:34 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Sedikitnya lima titik bencana longsor masih menutupi badan jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Bonehau dan Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, setelah daerah itu diguyur hujan.

"Hujan yang terjadi pada pagi Rabu (2/1) telah mengakibatkan adanya bencana longsor. Sedikitnya lima titik longsor ini telah menghambat akses transportasi baik ke Kalumpang maupun jalan yang menghubungkan Mamuju ke Kabupaten Mamasa,"kata anggota Komisi III DPRD Sulbar, pdt. Kalvin P Kalambo di Mamuju, Kamis.

Menurutnya, masyarakat saat ini belum dapat melintasi daerah itu karena material longsor masih menempel di badan jalan.

"Belum ada penanganan dari pemerintah. Kita harap, ada reaksi cepat untuk membersihkan titik longsor," katanya.

Ia melaporkan, lima titik longsor ini terjadi di sepanjang jalan mulai dari Dengen, Mappu, Pelosian, hingga Buttuada.

"Bayangkan, motor saja harus dipikul agar bisa melewati longsoran. Ini harus segera ditangani agar tidak berdampak lumpuhnya akses ekonomi ke wilayah Kalumpang," tutur Kalvin.

Kalvin menyebutkan, dua kecamatan ini merupakan daerah hulu Sungai Karama yang bermuara di Sampaga yang saat ini juga telah dilanda bencana banjir bandang.

"Memang saat ini hujan masih terjadi pada wilayah hulu sungai. Tingginya curah hujan pada wilayah hulu sungai ini mengakibatkan ribuan pemukiman warga di Tarailu menjadi tergenang banjir," ungkapnya lagi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulbar, Darno Madjid, menyampaikan banjir akibat luapan Sungai Karama sudah hampir menenggelamkan perkampungan itu sehingga warga masih melakukan pengungsian ke tempat yang lebih aman.

Selain menenggelamkan pemukiman warga kata dia, ribuan hektare lahan pertanian dan perkebunan rusak, ternak hanyut, dan harta benda warga terbawa arus.

"Kita belum mengetahui apa ada korban jiwa akibat banjir luapan sungai Karama. Yang pastinya, bencana ini sangat parah karena nyaris menenggelamkan pemukiman penduduk," ungkap Darno.

Saat ini kata dia, proses evakuasi di Kalonding dan sejumlah desa di sekitarnya juga masih sulit dilakukan akibat akses jalan terputus. (T.KR-ACO/N005)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026