
BPS : Kota Kendari Deflasi 0,10 Persen

Kendari (Antara News) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat bahwa Kota Kendari, di bulan Februari 2013 mengalami deflasi 0,10 persen dengan indek harga konsumen (IHK) 141,10.
Kepala BPS Sultra, Wahyuddin di Kendari, Jumat mengatakan deflasi terbesar terjadi di Kota Ambon, 2,29 persen dengan IHK 140,01 sedangkan deflasi tekecil di Kota Sampit sebesar 0,01 persen dengan IHK 141,45.
Sedangkan inflasi tertinggi dari 66 kota di Tanah Air terjadi Kota Jayapura sebesar 3,15 persen dan inflasi terendah di Kota Sibolga 0,12 persen dengan IHK 146,13.
Menurut Wahyuddin, deflasi di Kota kendari ditandai dengan adanya beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami perubahan harga seperti kelompok makanan dan sandang seta transpor dan komunikasi dan jasa keuangan.
Sedangkan ada empat kelompok pengeluaran rumah tangga mengalami inflasi yakni kelompok makanan jadi, minuman dan tembakau, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar.
Kelompok sandang dan kelompok kesehatan, dan dua kelompok pengeluaran lainnya yang tidak mengalami perubahan adalah kelompok pendidikan serta rekreasi dan olah raga.
Dia menjelaskan, ada 10 komoditas terbesar yang memberikan andil menarik ke atas angka inflasi diantaranya adalah tarif listrik 0,065, bawal 0,066, bawang merah 0,059, ikan tembang 0,045, ayam hidup 0,041, pepaya 0,039 persen dan telur ayam 0,036.
Sedangkan beberapa komoditas yang menarik ke bawah adalah ikan cakalang -0,1693, angkutan udara -0,0921, udang basah -00746, emas perhiasan -0,0533, cabe rawit -0,0389 dan ikatan bandeng -0,0447.(Editor : Budi Suyanto)
Pewarta : Azis Senong
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
