Logo Header Antaranews Makassar

Ujian Nasional Diwarnai Keterlambatan Soal

Kamis, 18 April 2013 11:09 WIB
Image Print
MAKASSAR - Sejumlah siswa mengerjakan soal ujian nasional (UN) di SMA Negeri 1 Makassar, Sulsel, Kamis (18/4). Pelaksanaan ujian nasional tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan sederajatnya hari ini mulai digelar di 11 provinsi wilayah tengah dan ti

Makassar (ANTARA Sulsel) - Ujian Nasional hari pertama diwarnai dengan keterlambatan pendistribusian soal pada SLTA di Makassar dan sekitarnya.

"Soal untuk mata pelajaran Kimia baru tiba di sekolah pada pukul 07.30 Wita, sehingga siswa baru mulai ujian pukul 08.00 Wita," kata Pengawas Independen dari Universitas Hasanuddin Mulyadi Mau di SMA Abdi Pembangunan, Makassar, Kamis.

Dia mengatakan, keterlambatan distribusi soal UN tersebut menyebabkan jadwal ujian molor setengah jam dari jadwal yang semestinya 07.30 Wita.

Sementara untuk mata pelajaran kedua yang diujikan, lanjut dia, pihak sekolah SMA Abdi Pembangunan masih menunggu soal dari Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Dia mengatakan, dari lima bundel soal Biologi, baru ada dua bundel yang diterima, sehingga masih menunggu tiga bundel soal lagi.

"Seharusnya pukul 10.00 Wita mata pelajaran kedua sudah diujikan untuk 94 orang siswa yang menempati lima ruang kelas," katanya.

Namun hingga 10.30 Wita kekurangan soal belum diterima SMA Abdi Pembangunan, demikian pula SMA Irnas dan beberapa sekolah negeri dan swasta di Makassar.

Keterlambatan naskah soal UN di Kota Makassar, juga dialami sekolah yang berada di daerah, khususnya sekolah yang aksesnya jauh dari ibukota kabupaten Luwu Utara pada pukul 07.30 Wita di kantor Diknas setempat.

Akibatnya, siswa baru dapat memulai ujian pada pukul 10.00 Wita, karena soal UN membutuhkan waktu untuk memilah-milah dan mendistribusikan ke sekolah-sekolah.

Menanggapi UN hari pertama, salah seorang siswa SMA Abdi Pembangunan, Makassar Muh Arianto mengatakan, soal Kimia cukup sulit dan hanya beberapa soal yang mudah.

Editor : ES Syafei



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026