
Amerika Bantu Bangun Pertanian Sulbar

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Scot Marciel menyatakan negaranya siap membantu membangun pertanian Sulawesi Barat agar daerah ini dapat maju dan berkembang.
"Amerika siap membantu Pemerintah Provinsi Sulbar membangun pertaniannya sehingga maju dan berkembang," kata Scot Marciel saat berada di Mamuju, Senin.
Dubes AS didampingi Vice Konsulat Jendral AS, Nick Heltzel, berkunjung ke Sulawesi Barat dan menemui Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh.
Dalam kunjungannya, Dubes AS akan memberikan bantuan hibah bagi Provinsi Sulbar dalam rangka mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dengan memajukan ekonomi daerah tersebut.
Bantuan hibah dari Amerika yang juga diperuntukkan bagi provinsi lainnya di Indonesia. Totalnya sebesar 600 juta dolar AS.
Dubes AS mengatakan bahwa negaranya siap mengalokasikan bantuan dalam bentuk sarana dan prasarana serta alat pertanian guna menumbuhkan pertanian di provinsi tersebut.
"Bibit segala komoditas pertanian maupun teknologi pertanian yang mengembangkannya akan kami berikan melalui kerja sama dengan Pemprov Sulbar," katanya.
Ia mengemukakan alasan memberi bantuan tersebut, antara lain, pertanian di daerah itu menjanjikan untuk dikembangkan dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan dunia.
"Amerika sangat mendukung pertanian dikembangkan setiap negara, termasuk di Indonesia, karena akan sangat bermanfaat bagi seluruh negara dunia dalam memenuhi kebutuhan pangannya," kata dia.
Ia mengatakan bahwa negaranya sendiri hidup dari pertanian, dan presiden pertama Amerika, Abraham Linclon, telah menjadikan pertanian sebagai sumber ekonomi negaranya.
"Presiden pertama kami lahir dari seorang petani sehingga negara kami terus mengembangkan pertanian untuk kebutuhan dunia. Kami juga berharap pertanian di Sulbar mampu memperkuat ketahanan pangan dunia ini," katanya.
Editor : D.Dj. Kliwantoro
Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
