Logo Header Antaranews Makassar

Data Kartu Jamkesda Mamuju Belum Rampung

Minggu, 19 Mei 2013 15:41 WIB
Image Print
Jamkesda (Istimewa)
"Jadi ini bukan karena kelalaian kami namun hal ini akibat kurangnya perhatian masing-masing aparat desa/lurah," terangnya.

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengakui jika data kartu Jaminan Kesehatan Daerah hingga batas waktu yang ditentukan pada 15 Mei 2013, belum rampung.

"Program percetakan kartu Jamkesda Mamuju bakal tersendat karena masih tersisa 49 persen dari total desa yang belum menyerahkan data penduduk untuk percetakan kartu," kata Kepala Dinkes Mamuju, dr Firmon di Mamuju, Minggu.

Menurutnya, pihaknya telah berkali-kali mengingatkan kepada aparat kecamatan, aparat desa/lurah untuk memasukkan data masyarakatnya namun tampaknya kurang mendapat perhatian.

"Jadi ini bukan karena kelalaian kami namun hal ini akibat kurangnya perhatian masing-masing aparat desa/lurah," terangnya.

Ia menyampaikan, kewenangan pendataan kartu Jamkesda menjadi tugas aparat desa/lurah. Setelah data masuk, maka Dinkes bertanggung jawab untuk memprosesnya.

"Tidak mungkin Dinkes yang harus turun tangan melakukan pendataan. Jika itu dilakukan maka berapa anggaran yang harus dibutuhkan," ujar Firmon.

Firmon menyampaikan, proses kartu Jamkesda ini dilaksanakan oleh pihak ketiga atau melalui proses tender pada Unit Layanan Pengadaan (ULP) Mamuju.

Ia menuturkan, jika proses lelang sudah tuntas maka Dinkes akan menyerahkan data untuk pembuatan kartu Jamkesda.

"Bagi masyarakat yang belum terdata sehingga tidak mendapatkan kartu Jamkesda, maka bisa menghadap ke pemerintah desa," saran Firmon.

Firmon menguraikan, guna memaksimalkan penggunaan kartu Jamkesda maka ia berencana mengajukan pembuatan perda.

"Perda ini nantinya akan mengatur bukan hanya berlaku di Mamuju namun jika dirujuk ke Makassar maka kartu Jamkesda bisa digunakan," ujarnya.

Editor : Nurul H



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026