
Panwaslu Mamasa Tengarai Peredaran Uang Palsu

"Belum apa-apa aroma kecurangan di Pilkada Mamasa mulai tercium dengan memanfaatkan uang palsu," kata Ketua Panwaslu Mamasa Semual ketika dihubungi di Mamasa, Rabu.
Mamuju (ANTARA Sulsel) - Panitia Pengawas Pemilu Panwaslu (Panwaslu) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, menengarai adanya peredaran uang palsu menjelang pemilihan kepala daerah di kabupaten itu yang akan dilaksanakan pada Juni 2013.
"Belum apa-apa aroma kecurangan di Pilkada Mamasa mulai tercium dengan memanfaatkan uang palsu," kata Ketua Panwaslu Mamasa Semual ketika dihubungi di Mamasa, Rabu.
Menurutnya, aroma beredarnya uang palsu ini berdasarkan informasi yang diperoleh dari sejumlah Panwaslu Kecamatan (Panwascam) dan para Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) yang tersebar di Mamasa.
"Tampaknya ada kandidat tertentu yang memanfaatkan uang palsu sebagai sarana untuk melakukan transaksi politik. Makanya saya memerintahkan kepada semua Panwascam untuk menelusuri informasi itu," katanya.
Menurut Semual bukan tidak mungkin tingkat terjadinya politik uang dalam Pilkada Mamasa nanti sangat tinggi, dan bisa saja menggunakan uang palsu untuk membeli suara rakyat.
Semual menambahkan, untuk mencegah transaksi politik uang palsu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Mamasa agar mendalami informasi yang saat ini beredar dan ditemukan oleh Panwascam di beberapa wilayah.
"Setelah mendapatkan laporan dari Panwascam, saya langsung tindak lanjuti dengan berkoordinasi dengan pihak intelijen Polres Mamasa," imbuh Semual.
Semual berharap jika informasi mengenai peredaran uang palsu itu terbukti benar, maka akan membuka mata rakyat Mamasa agar tidak memilih pemimpin hanya karena iming-iming materi.
"Jadi, saya berharap informasi adanya peredaran uang palsu di Mamasa dalam pilkada ini dapat dibongkar oleh aparat kepolisian," kata Semual. Sigit Pinardi
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
