
Maluku Cable System Perkuat Konektivitas Wilayah

Ternate, Maluku Utara (ANTARA Sulsel) - Program Maluku Cable System (MCS) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) akan memperkuat dan memperluas konektivitas khususnya di beberapa wilayah yang belum tersedia jaringan telekomunikasi berbasis "cable system".
Hal itu dikemukakan, Gubernur Maluku Utara, Thaib Armaiyn, pada "ground breaking" Maluku Cable System (MCS) di Ternate, Selasa.
Walaupun pengembangan infrastruktur telekomunikasi telah dikembangkan oleh Telkom, Telkomsel dan sejumlah perusahaan jasa telekomunikasi lainnya, namun beberapa wilayah termasuk Ibu Kota Provinsi Maluku Utara di Sofifi dan Ibu Kota Kabupaten Halmahera Tengah, Halmahera Timur dan Kabupaten Pulau Taliabu belum tersedia jaringan telekomunikasi berbasis "cable system".
Infrastruktur telkomunikasi juga sangat dibutuhkan di beberapa tempat pengembangan pariwisata seperti Kepulauan Gura Ici serta di daerah perbatasan.
Bahkan dengan rencana pengembangan Pulau Morotai dan sekitarnya sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) maka praktis infrastruktur telekomunikasi juga menjadi suatu kebutuhan yang mendasar pada pengembangan kawasan tersebut.
Ia menyakini, geliat ekonomi Maluku Utara akan terus meningkat secara signifikan bila pengembangan program pembangunan infrastruktur telekomunikasi dapat ditingkatkan termasuk melalui MCS.
Untuk terus memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat, peningkatan investasi, perdagangan dan jasa, serta peningkatan pembangunan di berbagai aspek, Maluku Utara sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi.
Sejumlah investor yang berupaya menanamkan investasinya juga selalu mengharapkan dukungan infrastruktur antara telekomunikasi yang memadai.
Provinsi Maluku Utara yang merupakan daerah kepulauan sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur telekomunikasi secara komprehensif sehingga benar-benar mampu membuka keisolasian daerah tertentu dari akses jaringan telekomunikasi yang saat ini masih menjadi "blankspot area".
Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring mengatakan, keberadaan infrastruktur telekomunikasi ini akan mengundang para pelaku ekonomi dan untuk pengembangannya setelah pembangunan infrastruktur membutuhkan kerja. "Kita target sampai ke rumah-rumah ada kabel fiber optik," ujarnya.
MCS merupakan bagian dari program pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS). Sedangkan SMPCS merupakan kelanjutan dari pembangunan Mega Proyek Palapa Ring dan menjadi salah satu program Telkom dalam mewujudkan Indonesia Digital Network (IDN).
Pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut SMPCS mencakup penggelaran Kabel Laut sepanjang 5.444 km dan Kabel Darat sepanjang 655 km.
Palapa Ring Indonesia bagian timur terdiri atas dua sektor yakni sektor utara dari Sulawesi hingga Papua sepanjang 5.041 kilometer senilai sekitar 157,7 juta dolar Amerika yang akan selesai pada akhir 2014 dan sektor selatan yakni Mataram-Kupang Cable System sepanjang 1.851 kilometer senilai 52 juta dolar Amerika yang telah beroperasi sejak akhir 2010. Seluruh infrastruktur tersebut dibangun dan dibiayai oleh Telkom.
Hingga kini, Telkom telah menggelar infrastruktur broadband nasional sepanjang 5.727,98 kilometer dari Banda Aceh meliputi Pulau Sumatera (ring Sumatera), Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga Mataram dan Kupang sepanjang 2.075 kilometer untuk teresterial dan 3.652,98 kilometer kabel laut. Agus Setiawan
Pewarta : Riesmawan Yudhatama
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
