
Bupati Mateng Diminta Bergerak Cepat

"Aparat camat, desa/lurah dan para tokoh masyarakat untuk duduk bersama dalam rangka mengoptimalkan tugas-tugas awal penjabat karateker di Mateng," ungkap Anwar.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Penjabat Bupati Mamuju Tengah (Mateng), Dr Junda Maulana, diminta untuk segera bergerak cepat membentuk kelembagaan pemerintahan dalam rangka mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat yang ada di daerah itu.
"Setelah penjabat Mateng ini saya lantik, maka empat tugas baru telah menanti untuk segera dijalankan oleh saudara Junda. Tugas utama yang harus segera dilaksanakan yakni membentuk kelembagaan di wilayah hasil pemekaran kabupaten Mamuju ini," kata gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh dalam sambutannya diacara pelantikan penjabat bupati Mateng di gedung auditorim kantor gubernur Sulbar, Selasa.
Menurutnya, mulai saat ini penjabat bupati Mateng harus segera memanggil lima camat yakni Camat Karossa, Tobadak, Topoyo, Budong-Budong dan Pangale guna membahas persiapan penyelenggaraan pemerintahan.
"Aparat camat, desa/lurah dan para tokoh masyarakat untuk duduk bersama dalam rangka mengoptimalkan tugas-tugas awal penjabat karateker di Mateng," ungkap Anwar.
Sehingga kata gubernur, para tokoh masyarakat di daerah itu untuk ikut mendukung program yang akan dilaksanakan Junda Maulana.
Dukungan semua elemen yang ada di Mateng kata dia, sangat menentukan keberhasilan penyelenggaraan roda pemerintah di daerah itu.
Bahkan kata gubernur kata dia, pemprov Sulbar bersiap berada di belakang Junda Maulana dalam melaksanakan tugas-tugas penjabat karateker di daerah Mateng.
"Saya minta agar saudara Junda Maulana melakukan koordinasi yang baik kepada kabupaten induk maupun pemprov Sulbar. Kebijakan kepala daerah sangat menentukan arah pembangunan di Mateng," urainya.
Gubernur menyampaikan, Junda Maulana yang juga alumni STPDN tak perlu diragukan lagi dengan kemanpuannya karena yang bersangkutan telah teruji dan memiliki integritas yang tinggi.
"Peristiwa pelantikan hari ini merupakan penantian panjang setelah ada polemik penempatan penjabat karateker Mateng. Saya minta hentikan polemik untuk kepentingan masyarakat," terangnya.
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
