
Harga Rempah-Rempah di Mamuju Naik

"Kenaikan harga rempah rempah dipasaran kota Mamuju masih dianggap wajar pemerintah, karena masih mampu dijangkau masyarakat," kata Kepala Kantor Ketahanan Pangan Provinsi Sulbar, Suharnati di Mamuju, Rabu.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Kenaikan harga rempah rempah di pasaran Kota Mamuju ibukota Provinsi Sulbar memasuki bulan Ramadhan 1434 hijriah masih dianggap dalam kondisi wajar oleh pemerintah setempat.
"Kenaikan harga rempah rempah dipasaran kota Mamuju masih dianggap wajar pemerintah, karena masih mampu dijangkau masyarakat," kata Kepala Kantor Ketahanan Pangan Provinsi Sulbar, Suharnati di Mamuju, Rabu.
Ia mengatakan, kenaikan harga rempah rempah seperti cabe dan bawang merah hanya pada kisaran Rp1000 sampai Rp2000 rupiah sehingga dianggap wajar karena masih terjangkau.
Menurut dia, cabe merah yang harganya Rp23.000 per kilogram naik menjadi Rp25.000 sementara bawang mereh naik dari harga Rp49000 menjadi Rp50.000
Suharnati mengatakan, kenaikan harga rempah rempah sebagai dampak kenaikan BBM oleh pemerintah, tidak akan membebani ekonomi masyarakat karena akan mampu mereka penuhi.
"Masyarakat juga tetap mampu memenuhi kebutuhannya akan rempah rempah selama bulan ramadhan hingga lebaran nanti, karena kenaikan harganya yang masih wajar," katanya.
Tetapi ia mengatakan, apabila kenaikan harga rempah rempah sudah tidak wajar lagi dan masyarakat sulit memenuhi kebutuhannya maka pemerintah segera akan melakukan pengendalian harga dengan melakukan operasi pasar. M Taufik
Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
