
Kehidupan Masyarakat Perbatasan Perlu Mendapat Perhatian
Senin, 15 Juli 2013 17:09 WIB

"Melalui pertemuan ini, Kami juga mendapatkan gambaran mengenai pembangunan ekonomi perbatasan, dan hasil diskusi ini akan kami sampaikan kepada Presiden RI sebagai masukan untuk percepatan pembangunan perbatasan NKRI," jelasnyaManado (ANTARA Sulsel) - Asisten Perekonomian dan Pambangunan Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) Drs Sanny Parengkuan mengatakan kehidupan masyarakat Sulut yang tinggal di sekitar daerah perbatasan Indonesia-Filipina, perlu mendapatkan perhatian.
Keberadaan masyarakat itu sangat bergantung pada kondisi alam, karena tempat tinggalnya di pulau yang sebagian wilayah adalah lautan, kata Parengkuan ketika berdilog dengan Tim Survey Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI dipimpin Brigjen TNI Asis Wanto, di Manado, Sulut, Senin.
Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulut, terletak disekitar wilayah perbatasan Indonesia-Filipina.
Dialog itu dihadiri Danlantamal VIII Laksamana pertama TNI Guguk Handayani, Danrem 131 Santiago Brigjen TNI Johny Tobing, Kepala Bappeda Sulut Ir R Roring, Msi, Kepala Badan Perbatasan Sulut, M Mokoginta, Kepala Dinas Perhubungan Sulut, P Tampubolon, Kepala Dinas Perindag Sulut, Olvi Ateng, Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Pemprov Sulut DR N RP Tendean
Menurut Parengkuan, Pemprov Sulut mempunyai beberapa konsep rencana strategis pembangunan wilayah perbatasan dengan mengembangkan sistem wilayah pembangunan ekonomi, pembenahan institusi dan infrastruktur pendukung demi memperkuat struktur ekonomi.
Disamping itu melakukan program pemberdayaan dan partisipasi masyarakat lokal dengan memberikan kesempatan seluasnya bagi masyarakat untuk meningkatkan pendidikan secara formal maupun non formal.
Pemprov Sulut juga melakukan penerapan manajemen pemerintahan khusus perbatasan, optimalisasi pembagunan infrastruktur komunikasi perbatasan, memperkuat sistem pengawasan wilayah perbatasan yang bekerjasama dengan TNI dan Polri, kata Parengkuan.
Ketua Tim Survey Lemhanas RI Brigjen TNI Asis Wanto menyatakan tim Lemhanas mengambil fokus di Sulut karena wilayah Sulut merupakan daerah terdepan yang berbatasan dekat langsung dengan negara tetangga.
"Melalui pertemuan ini, Kami juga mendapatkan gambaran mengenai pembangunan ekonomi perbatasan, dan hasil diskusi ini akan kami sampaikan kepada Presiden RI sebagai masukan untuk percepatan pembangunan perbatasan NKRI," jelasnya. G. Merung
Pewarta : Jootje Kumajas
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
