
Gedung BPKP Sulbar Telan Anggaran Rp40 Miliar

"Tahap pertama proses pembangunan akan menelan dana sekitar Rp9 miliar pada 2013 dan pada tahun berikutnya sebesar Rp31 miliar," kata Kepala BPKP Perwakilan Sulbar, Gilbert Hutapea disela acara Groundbreaking pembangunan gedung BPKP di Mamuju,Rabu.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Pembangunan gedung Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sulawesi Barat, dengan kontruksi bangunan tahan gempa akan menelan anggaran hingga Rp40 miliar.
"Tahap pertama proses pembangunan akan menelan dana sekitar Rp9 miliar pada 2013 dan pada tahun berikutnya sebesar Rp31 miliar," kata Kepala BPKP Perwakilan Sulbar, Gilbert Hutapea disela acara Groundbreaking pembangunan gedung BPKP di Mamuju,Rabu.
Menurutnya, proses pembangunan gedung BPKP ini direncanakan rampung hingga Desember 2014 yang akan datang.
"Proyek pembangunan gedung ini dengan menggunakan kontruksi pondasi sarang laba-laba atau anti terhadap gempa bumi. Kontruksi tahan anti gempa sangat memungkinkan karena daerah Mamuju termasuk wilayah patahan lempengan batu yang sewaktu-waktu bisa terjadi gempa bumi," katanya.
Gilber juga menyampaikan, dari tujuh perwakilan kantor BPKP di Indonesis hanya perwakilan Sulbar yang langsung mendapat perhatian dari BPKP Pusat.
"Nyaris seluruh mata anggaran BPKP diarahkan untuk pembangunan gedung BPKP Sulbar. Ini sebagai bentuk apresiasi karena Sulbar turut mengapresiasi dengan menyiapkan lahannya. Apalagi, selama ini karyawan BPKP harus bekerja di ruko karena belum ada gedung yang representatif," ujarnya.
Pembangunan gedung BPKP kata dia, akan menonjolkan ornamen lokal daerah Sulbar yakni perahu "Sandeq".
"Kami merancang gedung BPKP ini akan kita jadikan sebagai fasilitas umum. Bahkan kami berencana gedung ini kita beri nama gedung Sandeq," ungkap Gilbert.
Ia berharap, dengan hadirnya gedung BPKP ini akan ikut menambah kecantikan wajah kota Mamuju dan tak kalah penting bisa meningkatkan etos kerja bagi pegawai yang ada di BPKP.
Sementara itu, gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, menyampaikan, tanah hibah yang diserahkan Pemprov Sulbar untuk pembangunan kantor BPKP Sulbar itu senilai Rp1.5 miliar.
Ia mengatakan, BPKP Sulbar sudah dua tuhan melaksanakan tugas dan fungsinya melakukan pengawasan keuangan dan pembangunan di Provinsi Sulbar
"Pemerintah di Sulbar sangat berharap dengan dibangunnya kantor BPKP maka akan semakin terjalin kerjasama antara Pemprov Sulbar dan BPKP Sulbar dalam menciptakan, pengelolaan keuangan yang baik dan maksimal, dengan merujuk aturan yang berlaku," katanya. Budi Suyanto
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
