
DPRD Sesalkan Buruknya Layanan RSUD Majene

"Tapi karena RSUD Majene juga memiliki tenaga dokter dan alat kesehatan yang terbatas, maka kita juga harus maklumi dan memberika porsi anggaran yang cukup bagi RSUD," kata dia.
Majene, Sulbar (ANTARA Sulbar) - Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyesalkan buruknya layanan kesehatan di RSUD Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, hingga mengakibatkan pasien bayi yang tidak terurus selama dua hari meninggal dunia.
"Saya prihatin atas musibah yang menimpa pasien bayi yang tidak mendapatkan penanganan langsung dari dokter anak saat kondisi pasien kritis. Ketika ada keluarga pasien yang datang ke rumah, jangan memberikan jawaban yang prosedural, harusnya itu ditinggalkan sebab ini sudah dalam kondisi emergensi," kata anggota DPRD Kabupaten Majene, Adi Ahsan di Majene, Jum`at.
Menurutnya, kasus ini harus menjadi pelajaran berharga RSUD Majene, sebab bukan yang pertama kalinya terjadi, tetapi sudah terjadi berulang-ulang sehingga masalah tersebut harus dibenahi secara konprehensif.
Ketua Komisi I DPRD Majene, Darmansyah, menyarankan agar DPRD Majene melakukan pengawasan pada semua sektor, termasuk RSUD, jika memang ditemukan ada kesalahan harus memberikan rekomendasi kepada pihak eksekutif.
"Tapi karena RSUD Majene juga memiliki tenaga dokter dan alat kesehatan yang terbatas, maka kita juga harus maklumi dan memberika porsi anggaran yang cukup bagi RSUD," kata dia.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Majene Hasriadi, menyampaikan, sistem pelayanan kesehatan harus ditingkatkan lagi.
"Jangan lagi ada diagnosa hanya dilakukan lewat telepon. Direktur RSUD Majene juga tidak melakukan koordinasi dalam menjalankan kewenangan selaku direktur. Nantinya, DPRD akan mengusulkan pemberian sanksi bagi perawat dan dokter yang diduga lalai" katanya.
Karena itu dalam waktu dekat pihaknya akan menemui Bupati Majene, Kalma Katta, dan menyerahkan rekomendasi setelah dilakukan dengar pendapat dengan HMI Majene yang melakukan aksi unjuk rasa terkait buruknya pelayanan kesehatan.
Sebelumnya, Perwakilan HMI Majene, Enus Sofyan A menuding kinerja dokter dan perawat di RSUD sangat buruk yang ditandai kasus meninggalnya bayi Nur Asyraf di RSUD Majene, Minggu (20/10) yang diduga tidak mendapatkan pelayanan optimal.
Ia menyampaikan, selama di RSUD Majene, anak pasangan Rahmat dan Jayanti ini tidak pernah diperiksa langsung oleh dokter spesialis anak, justru yang menangani hanyalah perawat dan dokter jaga.
Direktur RSUD Majene dr. Rahmat mengaku tidak bisa lakukan interfensi terlalu jauh terhadap penanganan medis di RSUD Majene.
"Sebelum di bawah ke RSUD Majene, pasien sudah ditangani oleh dokter spseialis anak melalui pemeriksaan di prakteknya, jadi karena saya ini dokter umum, maka saya tidak mungkin memeriksa kondisi pasaien yang sudah ditangani oleh dokter spesialis," katanya. Agus Setiawan
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
