
Menakertrans beri penghargaan Paramakarya pada pengusaha UKM

Jakarta, (Antara Sulsel) - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menyerahkan penghargaan kualitas dan produktivitas atau Paramakarya kepada 20 pelaku usaha kecil menengah yang berhasil meningkatkan kualitas dan produktivitas usahanya.
"Pemberian penghargaan ini mengingat bahwa UKM sebagai salah satu pilar perekonomian Indonesia yang mampu meningkatkan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi bagi bangsa dan negara melalui kegiatan usahanya," kata Muhaimin dalam acara penghargaan Paramakarya di Jakarta, Selasa malam.
Dia mengatakan UKM juga berperan dalam menyerap jumlah tenaga kerja yang cukup banyak. Daya saing perekonomian suatu negara juga ditentukan oleh seberapa produktifnya UKM menghasilkan nilai tambah yang berkontribusi pada pembentukan Product Domestic Brutto (PDB) dan pendapatan perkapita Bangsa Indonesia.
"Pemberian penghargaan ini merupakan kegiatan lanjutan dari penyerahan penghargaan pada periode sebelumnya, yang diberikan setiap dua tahun sekali," katanya.
Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Ketua APINDO Sofyan Wanandi, dan sejumlah pejabat lainnya.
Pada kali ini, dewan juri menetapkan delapan usaha kecil menengah dan 12 usaha kecil yang diunggulkan.
Para penerima penghargaan untuk kategori usaha kecil adalah Budi Jaya Logam, Bidang Usaha Industri Logam, (Pati-JawaTengah), CV. ATS, Bidang Usaha Industri Makanan dan Minuman, (Makassar-Sulawesi Selatan), CV. Pondok Prima ART, Bidang Usaha Industri Kayu dan barang kayu jadi, (Bali), UD. Dimas Patuh, Bidang Usaha Industri Kayu dan barang kayu jadi/Handicraft (Lombok Barat-NTB), Arena Songket INS, Bidang Usaha Industri Tekstil, (Sumatera Barat), CV. Cihanjuang Inti Teknik, Bidang Usaha Industri Makanan dan Minuman, (Cimahi-Jawa Barat), UD. Berkah, Bidang Usaha Industri Kayu dan barang kayu jadi, (Malang-Jawa Timur), Gee Batik, Bidang Usaha Industri Tekstil, (Yogyakarta-DIY), Mawar Sari, Bidang Usaha Industri makanan dan minuman, (Samarinda-Kalimantan Timur), PT. Asta Kriya Handicraft, Bidang Usaha Industri Kayu dan barang kayu jadi, (Banten), CV. Bonelayana Jaya, Bidang Usaha Pengolahan Rotan, (Palu-Sulawesi Tengah), Tulimario, Bidang Usaha Industri Makanan dan Minuman, (Jambi).
Sementara usaha menengah yakni CV. Multi Dimensi, Bidang Usaha Industri Pengolahan Lainnya/Handicraft, Cirebon-Jawa Barat), PT. Asindo Tech, Bidang Usaha Industri Logam, (Lampung Selatan-Lampung), PT. Inti Kiat Alam (IKA), Bidang Usaha Produk Obat Herbal, (Jakarta Utara-DKI Jakarta), SP. Alumunium, Bidang Usaha Industri Logam, (Yogyakarta-DIY), CV. Media Kreasi Bangsa, Bidang Usaha Industri Makanan dan Minuman, (Kepulauan Riau), UD. Budi Luhur, Bidang Usaha Industri Kayu dan Barang Kayu Jadi, (Blitar-Jawa Timur), PT. Tirta Mulia Abadi, Bidang Usaha Industri Makanan dan Minuman, (Sulawesi Selatan), Sanjai Balado Ummi Aufah Hakim, Bidang Usaha Industri Makanan dan Minuman, (Padang-Sumatera Barat). (N. Yuliastuti)
Pewarta : Indriani
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
