Logo Header Antaranews Makassar

Piala Lomba Kecamatan Sayang Ibu Diserahkan

Kamis, 2 Januari 2014 13:14 WIB
Image Print
"Mereka tak hanya belajar pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) tetapi juga belajar pemerintahan, pertanian dan kegiatan lainnya. Ini juga bagian dari proses pengembalian kejayaan Bantaeng," jelasnya.

Bantaeng, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah dan Ketua Tim Penggerak PKK Hj Lies F Nurdin menyerahkan piala Lomba Kecamatan Sayang Ibu kepada Camat Gantarangkeke Sahabuddin dan Kepala Desa Bontomarannu Kasman Upa di gedung Balai Kartini, Kamis (2/1).

Kecamatan Gantarangkeke dan Desa Bonto Marannu Kecamatan Uluere meraih prestasi tingkat provinsi di penghujung 2013.

Kecamatan Gantarangkeke berhasil keluar sebagai juara pertama Lomba Kecamatan Sayang Ibu tingkat Provinsi Sulsel sedangkan Desa Bonto Marannu Kecamatan Uluere berhasil meraih juara dua dalam ajang lomba peningkatan peran wanita tingkat Provinsi Sulsel.

Selain piala dan piagam untuk Kecamatan Gantarangkeke dan Desa Bontomarannu, juga diserahkan dua unit mobil toko (Moko) yang merupakan bantuan hibah Pemprov Sulsel untuk Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bantaeng dan Gugus Kendali Mutu (GKM) Aan.

GKM yang berlokasi di Kecamatan Eremerasa tersebut mempersembahkan piala tingkat nasional setelah keluar sebagai pemenang pertama lomba GKM) tingkat nasional yang diselenggarakan di Yogyakarta.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik prestasi berbagai bidang yang berhasil diraih pada akhir 2013.

Dia berharap, prestasi tersebut dapat ditingkatkan atau minimal dapat dipertahankan untuk memantapkan kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar, ibukota provinsi Sulsel sebagai daerah tujuan belajar.

Sejumlah daerah dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk dari Kepulauan Nias, Kota Gunung Sitoli hingga kabupaten di Provinsi Papua sudah melihat berbagai kegiatan yang kita lakukan selama lima tahun.

"Mereka tak hanya belajar pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) tetapi juga belajar pemerintahan, pertanian dan kegiatan lainnya. Ini juga bagian dari proses pengembalian kejayaan Bantaeng," jelasnya.

Kabupaten Bantaeng yang berjuluk Butta Toa (Kota Tua) pada zaman kolonial Belanda menjadi pusat pemerintahan, pendidikan dan ekonomi di bagian selatan Sulsel.

Karena itu, dia berharap kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga kekompakan yang sudah kita perlihatkan selama ini, terutama menjelang pelaksanaan Pemilihan Legislatif yang akan disusul Pemilihan Presiden dalam tahun ini. Agus Setiawan



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026