Logo Header Antaranews Makassar

Bawaslu Sulbar Faktualisasi DPT Yang Terhapus

Senin, 27 Januari 2014 20:17 WIB
Image Print
"Komisioner Bawaslu telah turun ke lapangan guna mengecek kebenaran penghapusan data pemilih tersebut hasil penyempurnaan penetapan DPT oleh KPU pada 20 Januari 2014,"kata Ketua Bawaslu Sulbar, Busran Riandy di Mamuju, Senin.

Mamuju (ANTARA Sulbar) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Barat, melakukan faktualisasi ulang data pemilih yang terlanjur dihapus dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilihan umum (pemilu 9 April 2014.

"Komisioner Bawaslu telah turun ke lapangan guna mengecek kebenaran penghapusan data pemilih tersebut hasil penyempurnaan penetapan DPT oleh KPU pada 20 Januari 2014,"kata Ketua Bawaslu Sulbar, Busran Riandy di Mamuju, Senin.

Menurutnya, setelah dilakukan faktualisasi di lapangan ternyata ada yang ditemukan berbeda dengan yang disampaikan dalam pleno yang hasil perbaikan DPT di d`Maleo Hotel & Convention, Mamuju beberapa waktu lalu.

"Salah satu temuan yang terjadi terdapat di wilayah Desa Beru-Beru Kecamatan Kalukku. Ada pemilih yang di hapus dalam DPT, namun secara faktual orang bersangkutan ada,"katanya.

Busran menyampaikan, ada hal yang berbeda karena Panitia Pemungutan Suara (PPS) mengaku, tak mengetahui adanya pencoretan DPT itu, sementara dalam pleno disampaikan, bahwa pencoretan dilakukan oleh masing-masing PPS di tiap-tiap kecamatan.

"Kami meminta surat pernyataan pencoretan DPT dari KPU Kabupaten. Namun jawabannya tidak ada dan bahkan mereka tak mengetahui adanya penghapusan itu,"tuturnya.

Padahal pencoretan itu kata dia, semestinya dari PPS lalu diserahkan ke KPU namun hal ini malah sebaliknya.

Demikian pula beberapa TPS di Mamuju Tenegah (Mateng) dan Mamuju Utara (Matra) yang belum sempat dikunjungi Bawaslu Sulbar juga telah direkomendasikan pada Panwaslu dan PPL untuk memonitoring vaktualisasi data tersebut.

Komisioner Bawaslu lainnya Muhammad Yunus, yang bertugas melakukan faktualisasi di Kabupaten Majene dan Kabupaten Polman, menyampaikan, tak ada temuan serupa.

"Khusus di Majene tidak ada ditemukan persoalan penghapusan dan untuk daerah Polman masih dalam proses faktualisasi,"terangnya.

Dengan adanya temuan itu, maka Bawaslu Sulbar mengimbau agar KPU dan jajaran, segera membenahi data yang dihapus dan menyiapkan berita acara penghapusan dengan sebenar-sebenarnya.

"Kasus di Kecamatan Kalukku dan Matra, membuat kami lebih teliti lagi jangan sampai ada hak-hak masyarakat yang terabaikan," jelasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Mamuju Tri Winarno, tak menyangkal adanya nama pemilih dihapus dalam DPT dan secara faktual yang bersangkutan ada.

Ia menuturkan, penghapusan ini terjadi lantaran beberapa kali melakukan pengecekan di TPS, namun yang bersangkutan tetap tak ditemukan.

"Tapi kami akan akomodasi semua nama-nama yang dihapus dalam DPT Khusus, jadi itu tak ada masalah. Ini juga dilakukan guna menghindari pemilih fiktif maka kami berkesimpulan menghapus data tersebut.," jelas Tri. Nurul H



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026