Logo Header Antaranews Makassar

Tentang Kami

Minggu, 26 Oktober 2008 20:53 WIB
Image Print

SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN

Kantor Berita Indonesia ANTARA berdiri pada 13 Desember 1937, ANTARA berperan sebagai kantor berita perjuangan rakyat dalam merintis kemerdekaan Indonesia. Menggemakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke seluruh penjuru dunia pada 1945.

Sejak 1962 resmi menjadi Kantor Berita Nasional. Mendapat status badan hukum perusahaan umum (Perum) pada Juli 2007. Kini dengan 33 biro di seluruh Indonesia, sejumlah kantor perwakilan dan koresponden di luar negeri, ANTARA dipercaya menjadi ketua Organization of Asia-Pacifik News Agencies (OANA) untuk periode 2007-2010.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap informasi global, ANTARA juga menjalin kerjasama, baik secara komersial maupun non-komersial, dengan kantor-kantor berita di seluruh dunia, seperti AAP (Australia), Reuters (Inggris), AFP (Perancis), DPA (Jerman), Kyodo (Jepang), Bernama (Malaysia), Xinhua (PR China), CIC (Columbia), NAMPA (Namibia) dan lain-lainnya.

ANTARA aktif dalam berbagai organisasi regional dan international, seperti ANEX (ASEAN News Exchange), OANA dan NANAP (Non-Aligned News Agencies Pool).Sebagai Duta Informasi Bangsa, ANTARA tetap terdepan memperjuangkan kemajuan dan harkat bangsa melalui penyebaran berita dan foto tentang Indonesia ke dalam dan ke luar negeri secara cepat, akurat, penting.

VISI, MISI DAN BUDAYA PERUSAHAAN LKBN ANTARA

VISIMenjadi kantor berita berkelas dunia melalui penyediaan jasa berbagai produk berbasis informasi untuk mewujudkan masyarakat berbasis pengetahuan, yang didukung oleh tata kelola perusahaan yang baik dan berstandar internasional.

MISI menghasilkan berita dan berbagai produk berbasis informasi lainnya secara tepat, akurat, dan sesuai kebutuhan pelanggan serta stakeholder lainnya.Memberikan layanan terintegrasi komunikasi pemasaran bagi stakeholdermemberikan layanan pendidikan jurnalistik multimedia. Berperan aktif dalam membangun masyarakat baru berbasis pengetahuan.

BUDAYA PERUSAHAAN

1. Integrity (integritas)2. Committed (Penuh komitmen)3. Innovate (Ber-inovasi) 4. Customer Focus (Focus pada pelanggan)

BERDIRINYA ANTARA BIRO SULAWESI SELATAN

ANTARA Biro Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah empat kali berganti nama. Awalnya bernama ANTARA Biro Makassar, lalu pada tahun 1971 sesuai PP No.1 tahun 1971 nama Makassar berubah menjadi Ujungpandang, sehingga kebijaksanaan ANTARA juga menyesuaikan terhadap perkembangan daerah dan berubah nama menjadi ANTARA Biro Ujungpandang.

Sesuai PP No. 86 tahun 1999 yang mengembalikan nama Makassar sebagai ibukota Provinsi Sulsel, sehingga secara otomatis ANTARA ikut menyesuaikan menjadi ANTARA Biro Makassar.

Perubahan nama biro kembali terjadi mengacu pada kebijaksanaan internal ANTARA sesuai Surat Keputusan Direksi Perum LKBN ANTARA Nomor : SKEP-007/DIR-AP/I/2008, tanggal 16 Januari 2008 tentang perubahan sebutan biro-biro daerah, maka ANTARA Biro Makassar berubah menjadi ANTARA Biro Sulawesi Selatan.

Sejarah berdirinya ANTARA Sulawesi Selatan berawal dari kedatangan wartawan ANTARA, Sukrisno, bersama rombongan wartawan Republik ke Makassar pada bulan April 1947, untuk meliput sidang Parlemen Negara Indonesia Timur (NIT). NIT adalah negara bagian bentukan kolonial Belanda.

Sukrisno dalam kesempatan itu meminta Henk Rondonuwu dan L.E. Manuhua (Pemred Hr. Pedoman Rakyat) untuk membantu ANTARA mengirim berita-berita mengenai berbagai kegiatan di Makassar yang menguntungkan perjuangan Republik Indonesia.

Berita-berita tersebut dikirim kepada Muchtar Lubis, sebagai koordinator ANTARA untuk daerah-daerah pendudukan. Mereka melaksanakan pekerjaan koresponden bagi ANTARA bukan atas dasar komersial, tetapi murni atas dasar semangat perjuangan melawan penjajah.

Tahun 1950 mulai ada peningkatan kegiatan koresponden ANTARA di Makassar dan kegiatan tersebut dipusatkan di sebuah rumah di Jalan Gowa No. 10A, kemudian pindah lagi ke jalan Lajangiru No. 153 (sekarang jalan Gunung Merapi), rumah Henk Rondunuwu. Pada saat itu Ali Kamah sudah ikut bergabung dalam kegiatan koresponden ANTARA.

Tahun 1951, seluruh kegiatan koresponden ANTARA pindah lagi kerumah Ali Kamah di Jalan Sungai Saddang, menempati sebuah kamar di ruang depan rumah.Tahun 1952, seluruh kegiatan koresponden ANTARA dilaksanakan sepenuhnya oleh Ali Kamah, dibantu oleh Harun Rasyid Djibe, sementara semua fasilitas pendukung kegiatan koresponden menggunakan peralatan milik Pedoman Rakyat.Pengiriman berita dilakukan dengan fasilitas collect-card melalui kantor pos dengan biaya hanya 10 persen dari tarif umum.

Sejak 1952 sampai dengan 1965, kondisi ANTARA terus berkembang sedikit demi sedikit, demikian pula kantornya juga berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain.Diantara berbagai bangunan yang pernah ditempati ANTARA adalah Jalan Sudirman No.44, Jalan Lanto Dg. Pasewang (sekarang gedung PMI Sulsel), Jalan Bulukunyi No.14, Jalan Vetran Selatan No. 181 A dan No.181 B. Tahun 1985 sampai tahun 1997 pindah ke jalan Ratulangi No. 93 pinjaman Pemda Tingkat I Sulawesi-Selatan.

ANTARA dalam tahun 1994 mendapat lokasi tanah untuk pembangunan kantor baru di jalan A.P Pettarani. Lokasi lahan bantuan dari Walikota Ujungpandang, H. A Malik B. Masry, tersebut luasnya 775 meter persegi. Tanggal 5 April 1997 gedung tersebut diresmikan oleh Bapak Gubernur HZB Palaguna, dan hingga kini ANTARA menempati gedung tersebut.

Sesuai perubahan internal ANTARA dan perkembangan teknologi komunikasi maka penyiaran berita ANTARA terus mengalami perubahan dari sistem telex (kertas) on line system VSAT dengan berbagai variasinya dengan produksi berita non kertas, walaupun produk warta perundang-undangan tetap dipasarkan secara manual (gunakan kertas cetakan) dan web (berbasis internet).

Selain itu, status ANTARA Biro Sulsel sebagai Biro Mandiri (sejak 2008) bersama enam biro lainnya, mengharuskan Biro ini mampu minimal membiayai operasionalisasi bironya sendiri, sehingga tercatat setelah dua bulan menjadi Kepala LKBN ANTARA Biro Sulawesi Selatan, Fredrich C. Kuen, S.Sos, M.Si, sejak 28 Oktober 2008 berhasil meluncurkan layanan portal on line khusus ANTARA Biro Mandiri Sulawesi Selatan dengan alamat www.antara-sulawesiselatan.comMelalui portal tersebut, ANTARA Biro Sulawesi Selatan berupaya melakukan berbagai variasi untuk meraih keuntungan dari bisnis berita.

PENGELOLA ANTARA BIRO SULAWESI SELATAN

Kepemimpinan ANTARA Biro Sulawesi Selatan adalah sebagai berikut :

1. Ali Kamah (tahun 1952 s/d 1965)

2.Mayor Laut Julianto (tahun 1965 - hanya beberapa bulan )

3. Mayor Laut Latjando (tahun 1965 s/d 1967)

4. L.E. Manuhua(tahun 1967 s/d 1970)

5. Ridwan Suryantho (tahun 1970 s/d 1978)

6. H. Isrin Bausad (tahun 1978 s/d 28 Januari 1994)

7.Toebari (28 Januari 1994 s/d 1999)

8. Ronny Sjamsuddin(tahun 1999 s/d Agustus 2003)

9. Rolex Malaha, SE (Agustus 2003 s/d 4 Agustus 2008)

10. Fredrich C. Kuen, S.Sos, M.Si (4 Agustus 2008 sampai sekarang)

ALAMAT

Perum LKBN ANTARA Biro Sulawesi Selatan

Jl. A.P. Pattarani Blok A-30Makassar 90132

Telp: (0411) 451570, 451849

Fax : (0411) 451849

E-mail : Makassar@antara.co.id

Web : www.antara-sulawesiselatan.com