
Penderita DBD Meningkat Juli 2009

Palopo, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Warga Kota Palopo, Sulawesi Selatan, yang menderita demam berdarah dengue (DBD) pada pertengahan Juli ini meningkat jika dibandingkan dengan Juni lalu.
Itu terbukti dengan adanya data yang diterima Dinas Kesehatan Kota Palopo, Rabu, yang menyebutkan jika saat ini sebanyak enam warga telah dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Sawerigading karena menderita penyakit DBD.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Penyehatan Lingkungan, Dinkes Palopo, Syamsuddin Tjipo di Palopo, Rabu, mengaku jika Juli ini terdapat enam warga yang telah dirawat.
Jumlah itu cukup tinggi jika dibandingkan dengan Juni lalu yang hanya menemukan empat penderita penyakit DBD tersebut.
"Memang terjadi peningkatan angka penderita jika dibandingkan dengan bulan lalu, apalagi saat ini kondisi para pasien sudah mulai membaik," katanya.
Dia mengatakan, setiap bulan Kota Palopo memang selalu terserang penyakit yang ditularkan melalui nyamuk tersebut.
Menurutnya, penyakit itu adalah penyakit endemik yang selalu muncul dalam masyarakat pada suatu tempat atau populasi tertentu.
"Yang dibutuhkan di sini adalah kesadaran masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungannya," ujarnya.
Selain itu, untuk menekan banyaknya angka penderita penyaki DBD pihaknya telah melakukan penyemprotan (fogging) untuk menghindari mewabahnya penyakit itu. Kegiatan fogging itu dilakukan setelah mendapat laporan warga yang terserang DBD itu.
"Sesuai standar, kalau ada yang tertular, kita melakukan fogging di sekitar rumah mereka," jelasnya.
Lebih jauh, ia mengimbau kepada warga yang tiba-tiba demam supaya secepatnya memeriksakan ke rumah sakit setempat. Dan jika diabaikan penyakit itu bisa merenggut nyawa hanya dalam sepekan saja.
"Jangan tunggu sampai ada bintik merah, kalau merasa demam, langsung laporkan ke Rumah Sakit terdekat," ujarnya.
(T.PK-MH/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
