
Wabup Biak : Pilkada Langsung Lebih Baik

"Namun, bagaimana putusan RUU Pilkada saja, apakah DPR menyetujui opsi dipilih langsung atau melalui DPRD, saya siap menerima," ujar Thomas, di Biak, Senin.
Biak (ANTARA Sulsel) - Wakil Bupati (Wabup) Biak Numfor Thomas Alfa Edison Ondy mengatakan, pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung atau melibatkan rakyat sebagai pemilih lebih baik dari pemilihan di gedung DPRD, karena benar-benar mendapat mandat rakyat.
"Namun, bagaimana putusan RUU Pilkada saja, apakah DPR menyetujui opsi dipilih langsung atau melalui DPRD, saya siap menerima," ujar Thomas, di Biak, Senin.
Ia mengatakan, pilkada langsung dipilih rakyat sesuai pengalaman pribadinya sangat membutuhkan biaya politik, karena semua tahapan pemilihan harus dilakukan lewat partai pengusung.
Pengeluaran biaya politik seorang calon kepala daerah, antara lain pembiayaan alat peraga kampanye berupa baju, spanduk, dan bendera pasangan calon kepala daerah.
Biaya lainnya yakni dana transportasi pengumpulan massa saat mendaftar KPU serta saat kampanye, konsumsi, dana tim kampanye partai dan relawan lapangan.
Bahkan setiap pasangan calon kepala daerah, juga harus menyiapkan biaya jasa saksi pasangan calon di setiap tempat pemungutan suara.
"Ya berapa jumlah banyak biaya dikeluarkan setiap calon kepala daerah tergantung kebutuhan di lapangan," ujar Wabup Thomas Ondy.
Dia mengakui tidak semua calon kepala daerah dipilih langsung rakyat bermasalah dengan hukum karena hal ini tergantung dengan kesiapan mental seseorang dalam menghadapi proses demokrasi pilkada langsung.
"Kita tunggu saja apakah RRU Pilkada diputuskan tetap langsung atau melalui mekanisme di DPRD, saya tetap siap menghormati apapun keputusan DPR sebagai pembuat undang-undang," ujarnya.
Pasangan Bupati Yesaya Sombuk MSi dan Wakil Bupati Thomas Alfa Edison Ondy SE dipilih oleh rakyat Kabupaten Biak Numfor pada pilkada yang berlangsung dua putaran, 5 Desember 2013.
Mereka memperoleh 53 persen lebih suara sah, dan mengalahkan pasangan calon Yotam Wakum SH dan Mahasunu S.IP. Anwar
Pewarta : Muhsidin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
