Logo Header Antaranews Makassar

Gigi DMF-T di Sulsel 6,0 Lampaui Nasional

Senin, 22 September 2014 14:27 WIB
Image Print
Warga melakukan pemeriksaan dan perawatan gigi gratis pada kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2014 di Fakultas Kesehatan Gigi Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Senin (22/9) ANTARA FOTO/Dewi Fajriani
"Sayangnya, meskipun jumlah dokter gigi kita mencukupi namun angka DMF-T masih tinggi dan melampaui DMF-T nasional," katanya.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Total Gigi yang berlubang, hilang dan ditambal atau Dcay Missing Filling - Total (DMF-T) di Sulawesi Selatan tercatat 6,0 atau melampaui nasional yang hanya 4,6.

"Kondisi ini sangat memprihatinkan, sehingga semua pihak baik itu dokter gigi, kader kesehatan dan masyarakat harus bersama menurunkan angka DMF-T itu," kata Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Drg Mansyur Nasir Phd pada peringatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional di Makassar, Senin.

Dia mengatakan, jumlah dokter gigi di Sulsel berdasarkan (KKI:2012) sebanyak 1.272 orang, sementara jumlah penduduk di daerah ini mencapai delapan juta jiwa, sehingga rasio perbandingan 1:6.300.

Rasio tersebut sudah sesuai dengan standar yang direkomendasikan oleh indikator Indonesia sehat 2010 yakni satu dokter gigi diharapkan dapat melayani 10 ribu pasien.

"Sayangnya, meskipun jumlah dokter gigi kita mencukupi namun angka DMF-T masih tinggi dan melampaui DMF-T nasional," katanya.

Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, pihaknya bermitra dengan lembaga profesi yakni PDGI, AFKDOKGI dan pihak Unilever yang sudah 80 tahun berkiprah di Indonesia, terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar terbangun kesadaran untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut.

"Apalagi penyakit gigi dan mulut ini masuk dalam 10 besar penyakit yang banyak dikeluhkan masyarakat kita," katanya.

Sementara itu, PT Unilever Asssitance Retionship Oral Care dr Astri pada kesempatan yang sama mengatakan, perusahaan yang memproduksi pasta gigi, sabun dan sebagainya ini telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan lembaga profesional yakni PDGI dan AFKDOKGI serta 18 universitas di Indonesia.

Kerja sama itu untuk memberikan edukasi serta pelayanan kesehatan gigi secara rutin dua kali setahun, termasuk melakukan berbagai kegiatan pada Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) dan telah menjangkau sekitar sembilan juga orang di Indonesia.

"Upaya tersebut untuk mendukung peningkatan kesehatan dan kesejahteraan satu miliar masyarakat dunia pada 2020," katanya. Agus Setiawan



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026